Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Praktik pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruh kembali jadi borok tahunan. Ombudsman RI membuka fakta pahit: 652 aduan pekerja soal maladministrasi THR sepanjang 2023–2025 belum tuntas ditangani. Negara dinilai masih setengah hati melindungi hak normatif buruh, sementara perusahaan bandel terus mengulang pelanggaran menjelang THR 2026.

Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng menegaskan negara tak boleh lagi permisif terhadap perusahaan yang mengemplang hak pekerja. Ia mendesak Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah menghentikan pola lama: ramai posko, minim eksekusi.

“Jangan ulangi drama tahunan. Tuntaskan dulu utang pengaduan lama, lalu benahi sistem pengawasan agar pelanggaran THR tidak terus diwariskan dari tahun ke tahun,” kata Robert melalui keterangan resminya, Jumat (21/2/2026).

Ombudsman menyoroti lemahnya sanksi sebagai biang masalah. Ketika pelanggar tak ditindak tegas, perusahaan nakal merasa aman mengulur atau memangkas THR. Daerah industri padat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten disebut sebagai titik rawan pelanggaran.

“Kalau sanksi hanya formalitas, jangan heran buruh terus jadi korban. Negara harus menunjukkan taring,” tegas Robert.

Masalah lain datang dari minimnya kapasitas pengawas ketenagakerjaan. Ombudsman menilai jumlah pengawas timpang dengan beban kerja, sementara kualitas pengawasan belum merata.

“Pengawas adalah garda depan. Kalau jumlah dan kualitasnya lemah, perlindungan buruh cuma slogan,” ujarnya.

Ombudsman juga mendesak integrasi posko pengaduan THR dari pusat hingga daerah agar laporan buruh tidak ‘mengendap’ tanpa kejelasan.

“THR itu hak, bukan belas kasihan. Negara wajib memastikan buruh menerima penuh, tepat waktu, dan dilayani saat haknya dilanggar,” pungkas Robert.

Menjelang THR 2026, Ombudsman RI bakal turun ke lapangan lewat posko pengaduan, inspeksi mendadak ke perusahaan, dan pemantauan ketat penanganan laporan. Buruh diminta tak takut melapor. Negara ditantang: berpihak pada pekerja, atau kembali membiarkan pelanggaran jadi tradisi tahunan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

    Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah tahun 2025 mencapai 96,34 persen dari target. Capaian tersebut didorong oleh kinerja sejumlah jenis pajak yang berhasil melampaui target, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Badan […]

  • Delapan Desa di Rungan Hulu Menjerit Butuh Air Bersih, Sengkon: Jadi Prioritas Saya

    Delapan Desa di Rungan Hulu Menjerit Butuh Air Bersih, Sengkon: Jadi Prioritas Saya

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 82
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Krisis air bersih ternyata masih membayangi warga di pelosok Gunung Mas. Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon, mengungkap temuan mengejutkan usai blusukan ke delapan desa di Kecamatan Rungan Hulu saat masa reses. Politikus Partai Perindo dari Daerah Pemilihan Kalteng I—yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas—ini membeberkan […]

  • Pemprov dan BPN Perkuat Kolaborasi Reforma Agraria

    Pemprov dan BPN Perkuat Kolaborasi Reforma Agraria

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengirim sinyal kuat bahwa reforma agraria tidak boleh lagi sekadar menjadi agenda administratif. Penataan tanah harus benar-benar menghadirkan kepastian hukum, mencegah konflik agraria, sekaligus membuka akses ekonomi bagi masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang […]

  • Pansus DPRD Kalteng Perdalam Revisi Raperda Penanaman Modal

    Pansus DPRD Kalteng Perdalam Revisi Raperda Penanaman Modal

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABIRNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah  (Kalteng) melalui Panitia Khusus (Pansus) terus mengintensifkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Pembahasan ini dilakukan untuk memastikan regulasi daerah selaras dengan aturan nasional terbaru, serta mampu memberikan kepastian hukum bagi para investor. Ketua Komisi II DPRD Kalimantan […]

  • DJP Gandeng Bareskrim Polri Perkuat Penegakan Pajak

    DJP Gandeng Bareskrim Polri Perkuat Penegakan Pajak

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 227
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas penerimaan negara dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kembali mempertegas peran penegakan hukum melalui penguatan sinergi dengan aparat kepolisian. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DJP dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh […]

  • Video Viral Sekda Sintang, Berani-beraninya "Todong" Menteri Raja Juli Antoni Begini!

    Video Viral Sekda Sintang, Berani-beraninya “Todong” Menteri Raja Juli Antoni Begini!

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SINTANG, Dayaborneo — Media sosial tengah dibanjiri satu video pendek yang menampilkan momen tak biasa: seorang Sekretaris Daerah (Sekda) blak-blakan menyoal kinerja seorang menteri. Adalah Kartiyus, Sekda Kabupaten Sintang, yang dalam video tersebut tampak melayangkan kritik tajam kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda daerahnya. […]

expand_less