IKA PMII Kalteng Gelar Bukber dan Diskusi: Kaderisasi Wajib Diperkuat, Alumni Diminta Turun Tangan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sab, 28 Feb 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar

Suasana Bukber dan Diskusi IKA PMII Kalteng.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Tengah menggelar buka puasa bersama sekaligus diskusi konsolidasi bertajuk “Merajut Kiprah IKA PMII Kalteng Masa Kini” di Palangka Raya, Sabtu (28/2/2026) sore.
Forum ini memantapkan arah gerak organisasi alumni agar tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan agenda kerja yang terukur.
Ketua IKA PMII Kalteng, Wiwin Susanto, memimpin konsolidasi dengan menekankan perlunya satu komando gerakan alumni. Ia meminta seluruh alumni berhenti bergerak sendiri-sendiri dan mulai membangun kerja kolektif untuk menguatkan PMII dari hulu hingga hilir.
“Kita harus berhenti berjalan sendiri. IKA PMII Kalteng wajib menjadi lokomotif yang mengoordinasikan kekuatan alumni di pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan sektor strategis lainnya,” tegas Wiwin.
Ketua Dewan Pakar IKA PMII Kalteng, Rahmanto Muhidin, memaparkan tiga garis kebijakan yang harus segera dijalankan. Pertama, organisasi harus memperkuat kaderisasi dari basis terendah, mulai rayon, komisariat, hingga cabang di seluruh perguruan tinggi.
Kedua, alumni wajib turun langsung mendampingi kader melalui dukungan jejaring, akses kerja, hingga fasilitasi kegiatan kaderisasi. Ketiga, IKA PMII Kalteng perlu menyusun peta jalan peran kader agar mampu menembus ruang-ruang strategis di pemerintahan, perbankan, dunia usaha, dan sektor pendidikan.
“Kalau kaderisasi di akar tidak kita kunci hari ini, lima sampai sepuluh tahun ke depan PMII di Kalteng akan kehilangan pijakan. Alumni tidak boleh cuci tangan,” kata Rahmanto.
Ia menilai posisi strategis sejumlah alumni di tingkat nasional dan daerah harus dimanfaatkan secara terukur untuk memperluas akses kader. Menurutnya, organisasi perlu membangun basis data kader dan alumni sebagai instrumen penguatan jaringan.
Diskusi ini menegaskan tekad IKA PMII Kalteng mengubah pola kerja simbolik menjadi kerja struktural. Organisasi menargetkan konsolidasi berkelanjutan agar PMII di Kalimantan Tengah tumbuh solid, terkoordinasi, dan berdaya saing di level regional maupun nasional. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar