Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Anggota DPRD Ini Akui Sudah Sidak Tak Resmi Masalah IGD Membeludak di RSUD Doris

Anggota DPRD Ini Akui Sudah Sidak Tak Resmi Masalah IGD Membeludak di RSUD Doris

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 317
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Sorotan terhadap membeludaknya pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Doris Sylvanus terus bergulir. DPRD Kalimantan Tengah mengakui telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan, meski belum dalam bentuk inspeksi resmi.

Wakil Ketua Komisis III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menyampaikan bahwa persoalan kepadatan pasien sebenarnya bukan isu baru. DPRD, kata dia, telah beberapa kali membahasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak terkait, termasuk manajemen rumah sakit.

“Perubahan itu ada, tapi belum terlalu signifikan. Namun paling tidak sudah ada arah menuju perbaikan,” ujarnya, Selasa (20/4/2026).

Tomy mengungkapkan, dirinya juga sempat melihat langsung kondisi pelayanan di rumah sakit, meskipun tidak melalui agenda resmi. Dari pengamatan tersebut, ia menilai kualitas layanan sangat bergantung pada jumlah pasien yang datang.

“Kalau pasien tidak terlalu ramai, pelayanan relatif berjalan baik. Tapi saat membludak, tenaga medis terlihat kewalahan,” katanya.

Menurutnya, lonjakan pasien tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) daya manusia (SDM)dan fasilitas yang memadai. Kondisi ini membuat tekanan pelayanan di IGD semakin tinggi, terutama pada jam-jam sibuk.

Ia juga menyoroti keterbatasan kapasitas bangunan rumah sakit yang dinilai sudah tidak mampu menampung lonjakan pasien secara optimal. Bahkan, ruang pengembangan dinilai semakin terbatas.

“Secara kapasitas, rumah sakit ini sudah cukup padat dan sulit untuk dikembangkan karena keterbatasan lahan,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, DPRD Kalteng mendorong pemerintah provinsi untuk mulai mempertimbangkan pembangunan fasilitas kesehatan baru guna mengurai beban layanan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah sakit milik provinsi dan rumah sakit milik Pemerintah Kota Palangka Raya.

“Rumah sakit kota sebenarnya bisa membantu, terutama untuk pasien rujukan. Tinggal bagaimana kesiapan alat dan SDM-nya,” tegasnya.

DPRD berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, baik melalui penambahan tenaga medis, peningkatan fasilitas, maupun optimalisasi layanan kesehatan lintas institusi, agar persoalan IGD membeludak tidak terus berulang. (mnc-neha) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

  • Kalteng Masuk 4 Besar Inflasi Nasional, Wagub Bongkar Penyebab Utamanya

    Kalteng Masuk 4 Besar Inflasi Nasional, Wagub Bongkar Penyebab Utamanya

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Kalimantan Tengah menghadapi tantangan baru dalam pengendalian harga. Meski terus didorong menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional, provinsi ini justru mencatat inflasi tertinggi di Pulau Kalimantan dan menempati posisi keempat secara nasional pada Juli 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan (year-on-year) Kalimantan Tengah mencapai 4,32 persen dengan […]

  • NTP Petani Kalteng Naik Jadi 139,53, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi

    NTP Petani Kalteng Naik Jadi 139,53, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 37
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kondisi ekonomi petani di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng mencapai 139,53, naik 1,88 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 136,95. Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan […]

  • Muhammadiyah Mantap Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Ilmiah dan Fikihnya

    Muhammadiyah Mantap Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Ilmiah dan Fikihnya

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 176
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini memicu diskusi publik karena berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026. Muhammadiyah menegaskan keputusan tersebut berdasar pendekatan astronomi global melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, […]

  • Prabowo Sentil Narasi Pesimisme: Mau Kabur ke Yaman, Silakan

    Prabowo Sentil Narasi Pesimisme: Mau Kabur ke Yaman, Silakan

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Cilacap – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan pernyataan keras yang langsung menyita perhatian publik saat meresmikan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Rabu (29/4/2026). Di tengah pidato yang menekankan pentingnya optimisme dan kerja nyata untuk bangsa, Prabowo menyentil keras pihak-pihak yang dinilainya terus membangun narasi pesimisme terhadap masa depan Indonesia. “Mungkin […]

  • Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

    Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tunggakan gaji yang menimpa ribuan karyawan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) mulai memantik sorotan publik. Di tengah ketidakpastian nasib para pekerja, Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi segera mengambil langkah nyata untuk melindungi hak-hak karyawan. Laporan yang […]

expand_less