Prabowo Sentil Narasi Pesimisme: Mau Kabur ke Yaman, Silakan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sab, 2 Mei 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar

Dok. Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara persemian groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap.
DAYABORNEO, Cilacap – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan pernyataan keras yang langsung menyita perhatian publik saat meresmikan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
Di tengah pidato yang menekankan pentingnya optimisme dan kerja nyata untuk bangsa, Prabowo menyentil keras pihak-pihak yang dinilainya terus membangun narasi pesimisme terhadap masa depan Indonesia.
“Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan. Kabur saja biar kita tidak gaduh. Kita ingin bekerja untuk rakyat,” tegas Prabowo, disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Pernyataan itu menjadi penegasan sikap Presiden terhadap suara-suara yang dinilai lebih sibuk menebar keraguan dibanding ikut menghadirkan solusi. Bagi Prabowo, Indonesia saat ini membutuhkan energi kolektif untuk membangun, bukan kegaduhan yang justru menghambat laju pembangunan nasional.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa pemerintah sedang bekerja keras memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui agenda hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Menurutnya, di tengah tekanan global, Indonesia justru harus tampil percaya diri dan berani mengambil langkah besar.
Prabowo juga mengingatkan kalangan intelektual, akademisi, teknokrat, dan profesional agar menggunakan kapasitas keilmuan untuk memperkuat bangsa, bukan memperbesar ruang pesimisme. Kritik, menurutnya, penting dalam demokrasi, tetapi harus dibangun di atas data, argumentasi kuat, dan niat memperbaiki keadaan.
Peresmian 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II sendiri menjadi simbol arah besar pemerintahan Prabowo dalam mendorong industrialisasi berbasis nilai tambah. Strategi ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di panggung global.
Dengan nada lugas dan tegas, Prabowo mengirim pesan politik yang jelas: pemerintah memilih fokus bekerja, mempercepat pembangunan, dan memastikan hasilnya dirasakan rakyat. Bagi Presiden, masa depan Indonesia tidak boleh dikendalikan oleh pesimisme, tetapi oleh keberanian untuk bergerak maju. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar