Rabu, 3 Jun 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month 8 menit yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Misteri di balik polemik marka jalan berwarna biru yang viral di Kota Palangka Raya mulai menemukan titik terang. Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah memastikan seluruh proses pemeriksaan terhadap proyek yang menuai kritik publik itu telah rampung dan hasilnya sudah berada di tangan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.

Meski belum mengungkap isi lengkap laporan, Inspektorat memberi sinyal adanya sejumlah aspek yang harus dibenahi dalam pelaksanaan proyek yang sempat menjadi perbincangan luas di media sosial tersebut.

Kepala Inspektorat Kalteng, Eko Sulistiono, mengatakan tim telah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan, mulai dari pengumpulan data, peninjauan lapangan hingga penyusunan laporan hasil pemeriksaan.

“Semua sudah selesai. Data sudah lengkap, laporan sudah kami sampaikan kepada Pak Gubernur,” kata Eko saat ditemui wartawan.

Proyek pengecatan marka biru sebelumnya menjadi sorotan setelah cat pada sejumlah ruas jalan protokol terlihat memudar dan mengelupas meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Kondisi itu memicu kritik masyarakat hingga akhirnya Gubernur memerintahkan Inspektorat turun langsung melakukan pemeriksaan.

Menurut Eko, hasil pemeriksaan menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait proses perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan.

“Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki. Yang paling banyak menjadi perhatian masyarakat tentu terkait spesifikasi pekerjaan,” ujarnya.

Namun ketika ditanya apakah terdapat indikasi pelanggaran dalam proyek tersebut, Eko memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menegaskan kewenangan menyampaikan hasil pemeriksaan secara resmi berada pada Gubernur.

“Itu nanti Pak Gubernur yang akan menyampaikan. Yang jelas ada hal-hal yang memang harus dibenahi,” katanya.

Inspektorat juga menegaskan prinsip dasar penggunaan anggaran daerah tidak boleh ditawar. Setiap pekerjaan yang dibiayai APBD wajib dilaksanakan sesuai dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kalau pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi, maka harus diperbaiki sampai sesuai. Tidak ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi kemudian dianggap selesai begitu saja,” tegas Eko.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa persoalan marka biru tidak hanya berhenti pada kritik publik, tetapi telah masuk ke tahap evaluasi serius di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, Gubernur Agustiar Sabran secara terbuka mengaku kecewa dan malu atas polemik marka biru yang justru menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia bahkan meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan menyeluruh agar persoalan tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh perangkat daerah.

Kini publik menunggu langkah berikutnya. Apakah proyek akan dilanjutkan dengan perbaikan, direvisi total, atau ada keputusan lain yang diambil pemerintah daerah. Satu hal yang pasti, hasil pemeriksaan telah sampai di meja Gubernur, dan keputusan akhir berada di tangannya. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Mimbar Pengajian, Pemprov Kalteng Dorong Kebangkitan Moral Muslimah

    Dari Mimbar Pengajian, Pemprov Kalteng Dorong Kebangkitan Moral Muslimah

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 43
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan dengan pendekatan material semata. Melalui Pengajian Muslimah dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pemprov Kalteng menguatkan pesan kebangkitan moral dan spiritual kaum perempuan sebagai pilar utama ketahanan sosial. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka […]

  • Sekolah Dibenahi, Masa Depan Diasah: Revitalisasi SMAN 3 Sampit Tegaskan Hadirnya Negara di Ruang Kelas

    Sekolah Dibenahi, Masa Depan Diasah: Revitalisasi SMAN 3 Sampit Tegaskan Hadirnya Negara di Ruang Kelas

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Sampit – Revitalisasi pendidikan tak lagi berhenti sebagai jargon kebijakan. Di SMAN 3 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, program perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjelma bukti nyata keberpihakan negara pada masa depan generasi muda Kalimantan Tengah. Ruang belajar yang dulu bermasalah kini berubah menjadi lingkungan yang layak, aman, dan memantik semangat belajar siswa, Rabu (28/1/2026). […]

  • Agustiar Saksikan Peluncuran 1.061 KMP, Kalteng Siap Bangun Ekonomi Desa

    Agustiar Saksikan Peluncuran 1.061 KMP, Kalteng Siap Bangun Ekonomi Desa

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi desa saat mengikuti peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu itu turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, unsur Forkopimda, […]

  • Karhutla Mengintai 2026, BPBD Kalteng Peringatkan Daerah Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau

    Karhutla Mengintai 2026, BPBD Kalteng Peringatkan Daerah Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membayangi Kalimantan Tengah pada 2026. Menghadapi potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla secara daring, sebagai langkah awal memperketat kewaspadaan lintas daerah, Kamis (22/1/2026). Rapat ini melibatkan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, BMKG Provinsi […]

  • Hardiknas 2026: Saat Dunia Pendidikan Berubah Cepat, Kalteng Menjawab dengan Mimpi Satu Rumah Satu Sarjana

    Hardiknas 2026: Saat Dunia Pendidikan Berubah Cepat, Kalteng Menjawab dengan Mimpi Satu Rumah Satu Sarjana

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 hadir di tengah perubahan besar dunia pendidikan. Revolusi digital, perkembangan kecerdasan buatan, hingga perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut sistem pendidikan bergerak lebih cepat, adaptif, dan merata. Sekolah hari ini tidak lagi cukup hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Pendidikan kini dituntut melahirkan generasi yang kritis, kreatif, melek teknologi, sekaligus memiliki […]

  • KPK Sulap Barang Rampasan Korupsi Senilai Rp3,6 Miliar Jadi Aset Produktif

    KPK Sulap Barang Rampasan Korupsi Senilai Rp3,6 Miliar Jadi Aset Produktif

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pendekatan baru dalam pemberantasan korupsi: tidak hanya menindak pelaku, tetapi memastikan hasil sitaan negara kembali memberi manfaat langsung bagi rakyat. Melalui skema hibah, KPK menyerahkan aset rampasan senilai Rp3,6 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk memperkuat pembangunan sektor strategis daerah. Aset berupa 13 bidang tanah itu akan […]

expand_less