Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Misteri di balik polemik marka jalan berwarna biru yang viral di Kota Palangka Raya mulai menemukan titik terang. Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah memastikan seluruh proses pemeriksaan terhadap proyek yang menuai kritik publik itu telah rampung dan hasilnya sudah berada di tangan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.

Meski belum mengungkap isi lengkap laporan, Inspektorat memberi sinyal adanya sejumlah aspek yang harus dibenahi dalam pelaksanaan proyek yang sempat menjadi perbincangan luas di media sosial tersebut.

Kepala Inspektorat Kalteng, Eko Sulistiono, mengatakan tim telah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan, mulai dari pengumpulan data, peninjauan lapangan hingga penyusunan laporan hasil pemeriksaan.

“Semua sudah selesai. Data sudah lengkap, laporan sudah kami sampaikan kepada Pak Gubernur,” kata Eko saat ditemui wartawan.

Proyek pengecatan marka biru sebelumnya menjadi sorotan setelah cat pada sejumlah ruas jalan protokol terlihat memudar dan mengelupas meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Kondisi itu memicu kritik masyarakat hingga akhirnya Gubernur memerintahkan Inspektorat turun langsung melakukan pemeriksaan.

Menurut Eko, hasil pemeriksaan menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait proses perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan.

“Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki. Yang paling banyak menjadi perhatian masyarakat tentu terkait spesifikasi pekerjaan,” ujarnya.

Namun ketika ditanya apakah terdapat indikasi pelanggaran dalam proyek tersebut, Eko memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menegaskan kewenangan menyampaikan hasil pemeriksaan secara resmi berada pada Gubernur.

“Itu nanti Pak Gubernur yang akan menyampaikan. Yang jelas ada hal-hal yang memang harus dibenahi,” katanya.

Inspektorat juga menegaskan prinsip dasar penggunaan anggaran daerah tidak boleh ditawar. Setiap pekerjaan yang dibiayai APBD wajib dilaksanakan sesuai dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kalau pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi, maka harus diperbaiki sampai sesuai. Tidak ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi kemudian dianggap selesai begitu saja,” tegas Eko.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa persoalan marka biru tidak hanya berhenti pada kritik publik, tetapi telah masuk ke tahap evaluasi serius di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, Gubernur Agustiar Sabran secara terbuka mengaku kecewa dan malu atas polemik marka biru yang justru menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia bahkan meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan menyeluruh agar persoalan tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh perangkat daerah.

Kini publik menunggu langkah berikutnya. Apakah proyek akan dilanjutkan dengan perbaikan, direvisi total, atau ada keputusan lain yang diambil pemerintah daerah. Satu hal yang pasti, hasil pemeriksaan telah sampai di meja Gubernur, dan keputusan akhir berada di tangannya. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karhutla Makin Meluas, Kalteng Belum Naikan Status Tanggap Darurat: Gubernur Bilang Begini

    Karhutla Makin Meluas, Kalteng Belum Naikan Status Tanggap Darurat: Gubernur Bilang Begini

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan tanda-tanda serius di Kalimantan Tengah. Titik kebakaran terus muncul di sejumlah daerah, lahan yang terbakar semakin luas, sementara kabut asap mulai menjadi persoalan. Namun, di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah belum juga menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla di tingkat provinsi. Padahal, […]

  • 1.020 PNS Kalteng Dipetakan, Linae Aden Dorong Penempatan Pegawai Berbasis Kompetensi

    1.020 PNS Kalteng Dipetakan, Linae Aden Dorong Penempatan Pegawai Berbasis Kompetensi

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2026
    • account_circle neha
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Penempatan aparatur sesuai kemampuan menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah daerah. Sebab, kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh jumlah pegawai, tetapi juga oleh kecocokan antara kompetensi, tanggung jawab, dan posisi yang mereka jalankan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai memetakan potensi dan kompetensi 1.020 Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Profiling Aparatur Sipil […]

  • Anak Muda Kalteng Harus Kuasai Panggung Ekonomi Kreatif di Kalimantan

    Anak Muda Kalteng Harus Kuasai Panggung Ekonomi Kreatif di Kalimantan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 212
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka front baru pembangunan daerah: ekonomi kreatif diposisikan sebagai mesin pertumbuhan masa depan. Mewakili Gubernur Agustiar Sabran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, menegaskan komitmen itu dalam Studium Generale bertema “Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pemberdayaan Generasi Muda” di Aula UIN Palangka Raya, Selasa (10/2/2026). […]

  • Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PALANGKARAYA, Wadi menjadi salah satu kuliner legendaris masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang hingga kini masih banyak dinikmati. Hidangan ini berasal dari teknik pengawetan ikan melalui proses fermentasi tradisional, sehingga menghasilkan rasa gurih, sedikit asam, dan aroma khas yang menjadi ciri utamanya. Dahulu, wadi dibuat sebagai solusi untuk menyimpan hasil tangkapan ikan air tawar agar […]

  • DPRD Kalteng Soroti Kenaikan UMP 2026 Jadi Rp3,68 Juta

    DPRD Kalteng Soroti Kenaikan UMP 2026 Jadi Rp3,68 Juta

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 240
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Tengah tahun 2026 menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah daerah dalam merespons dinamika ekonomi dan kebutuhan hidup pekerja menjelang tahun anggaran baru. Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menyampaikan bahwa UMP Kalteng 2026 ditetapkan sebesar Rp3.686.138 per bulan. Angka tersebut naik Rp212.516 dibandingkan UMP […]

  • Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Katingan – Operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas, dua personel lainnya dinyatakan hilang, sementara seorang warga tewas dalam insiden yang mewarnai operasi penindakan tersebut, Kamis (2/7/2026) dini hari. Peristiwa ini menjadi salah satu operasi pemberantasan narkoba paling […]

expand_less