Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mahasiswa Kelompok BBK Unair Ajak Warga Bakalrejo Sulap Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

Mahasiswa Kelompok BBK Unair Ajak Warga Bakalrejo Sulap Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Lamongan – Tumpukan sampah bioorganik dari aktivitas rumah tangga masih menjadi momok di banyak daerah, termasuk Desa Bakalrejo. Sampah dapur yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menyumbang sekitar 30 persen timbunan limbah, kini mulai dilawan dengan cara berbeda. Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga turun langsung ke tengah warga melalui Lokakarya Pembuatan Eco Enzyme, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi ajakan nyata untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Dipimpin oleh mahasiswa Unair, Eleazar Josiah Tirtakusuma dan Alika Fathia Putri, lokakarya dirancang padat dan aplikatif. Peserta tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi langsung mempraktikkan pengolahan sampah bioorganik menjadi eco enzyme, cairan alami multifungsi pengganti bahan kimia sintetis.

“Eco enzyme penting karena mengurangi limbah organik, memperbaiki kualitas lingkungan, mendukung kesehatan, menekan biaya rumah tangga, serta menumbuhkan kesadaran warga Desa Bakalrejo terhadap praktik berkelanjutan secara konsisten bersama untuk masa depan bersih,” tegas Alika saat diwawancarai. Ia menambahkan, “Harapan kita warga Bakalrejo akan mempraktikkan pembuatan eco enzyme ini sendiri ke depannya.”

Eco enzyme dihasilkan dari fermentasi sampah organik, gula merah, dan air. Hasilnya berupa cairan berwarna cokelat dengan aroma asam segar yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, perawatan lingkungan, hingga membantu memperbaiki kualitas air dan tanah. Solusi sederhana ini dinilai efektif untuk diterapkan di tingkat rumah tangga.

Antusiasme warga terlihat jelas. Sebanyak 31 peserta, mulai dari generasi muda hingga ibu rumah tangga, mengikuti kegiatan hingga tuntas. Mereka aktif bertanya dan terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan eco enzyme.

Didukung oleh PT Forisa Nusapersada sebagai mitra, lokakarya ini menjadi langkah konkret BBK Unair dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), dengan satu pesan kuat: sampah bukan akhir, melainkan awal perubahan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gibran Datang ke Kalteng, Karhutla Bukan Lagi Sekadar Soal Api

    Gibran Datang ke Kalteng, Karhutla Bukan Lagi Sekadar Soal Api

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka datang ke Palangka Raya, untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat, Kamis (10/9/2026). Kedatangan Gibran bersama rombongan melalui Bandara Tjilik Riwut. Ia disambut Gubernur […]

  • RKPD 2027 Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

    RKPD 2027 Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memasang target tinggi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Perencanaan pembangunan ditegaskan tidak boleh lagi berhenti sebagai dokumen normatif, tetapi harus menjelma menjadi kebijakan yang benar-benar bekerja dan berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2027 […]

  • HUT PAN ke-28 di Palangka Raya,  Santuni Ratusan Anak Yatim

    HUT PAN ke-28 di Palangka Raya,  Santuni Ratusan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Palangka Raya diisi dengan kegiatan sosial. DPD PAN Kota Palangka Raya memberikan santunan dan bingkisan kepada anak yatim di sekretariat partai, Jalan Garuda, Minggu (23/8/2026) siang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rasa syukur PAN yang telah memasuki usia 28 tahun. Anak-anak dari […]

  • Kalteng Setor Rp5,56 Triliun ke Negara, Teras Narang: Harus Kembali Dirasakan Daerah

    Kalteng Setor Rp5,56 Triliun ke Negara, Teras Narang: Harus Kembali Dirasakan Daerah

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kalimantan Tengah kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penopang penerimaan negara. Hingga akhir Mei 2026, penerimaan APBN dari provinsi ini menembus Rp5,56 triliun. Namun, besarnya kontribusi tersebut dinilai belum cukup apabila tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dukungan pembangunan yang lebih besar dari pemerintah pusat. Sorotan itu disampaikan anggota DPD RI […]

  • Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Memasuki pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sedikitnya 472 kejadian karhutla yang telah melalap sekitar 456,78 hektare lahan. Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, menilai kondisi tersebut harus […]

  • Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman musim kemarau di Kabupaten Gunung Mas ternyata tidak hanya datang dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika titik api masih bisa dikendalikan, persoalan lain mulai muncul: sejumlah sumber air masyarakat perlahan mengering. Kondisi itu menjadi perhatian Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong setelah menghadiri Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di […]

expand_less