Prabowo Dorong Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih, Tahap Awal Capai 50 Persen
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 17 Feb 2026
- visibility 91
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas pada Kamis (12/2/2026)
DAYABORNEO, Palangka Raya – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk mempercepat pembangunan nelayan-merah-putih/" style="color: #0056b3 !important; text-decoration: underline !important; font-weight: 600 !important;">Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari strategi penguatan sektor perikanan nasional, Kamis (12/2/2026).
Pemerintah menargetkan kawasan ini menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi hingga distribusi hasil tangkapan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melaporkan bahwa pembangunan tahap pertama di 65 titik telah mencapai sekitar 50 persen. Ia menegaskan pemerintah terus mendorong penyelesaian infrastruktur agar kawasan tersebut segera beroperasi dan memberi dampak langsung bagi nelayan.
“Kami mengakselerasi pembangunan fisik sekaligus menyiapkan skema bisnis terintegrasi agar kawasan ini tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi pesisir,” ujar Trenggono dalam rapat tersebut.
Kampung Nelayan Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai kawasan hunian, tetapi juga sebagai sentra produksi dan pengolahan hasil perikanan. Pemerintah melengkapi kawasan ini dengan fasilitas penyimpanan dingin, pengemasan, hingga jalur distribusi untuk memastikan kualitas produk terjaga dan nilai jual meningkat. Dengan ekosistem terintegrasi, nelayan diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih pasti.
Pengelolaan kawasan akan melibatkan BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) sebagai pengelola ekosistem usaha. Pemerintah menugaskan BUMN tersebut untuk memastikan penyerapan hasil tangkapan nelayan berjalan optimal sekaligus memperkuat tata kelola usaha perikanan di tingkat lokal.
Prabowo menekankan pentingnya kecepatan eksekusi dan keberlanjutan program agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir. Ia mengarahkan seluruh kementerian terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam pembiayaan, pendampingan usaha, dan penguatan rantai pasok.
“Program ini harus menghadirkan perubahan nyata bagi nelayan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat industri perikanan nasional secara berkelanjutan,” tegas Trenggono menirukan arahan Presiden.
Pemerintah optimistis Kampung Nelayan Merah Putih akan mendorong peningkatan produktivitas perikanan, memperluas serapan tenaga kerja, serta mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir di berbagai wilayah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar