Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Pemprov Kalteng Pasang Arah Ekonomi Agresif Usai LPI 2025 BI

Pemprov Kalteng Pasang Arah Ekonomi Agresif Usai LPI 2025 BI

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak ingin sekadar menjadi penonton di tengah perlambatan ekonomi global. Merespons peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 Bank Indonesia, Pemprov Kalteng secara tegas memasang arah pembangunan ekonomi yang lebih agresif: hilirisasi dipercepat, investasi dipermudah, dan ketahanan ekonomi daerah diperkuat.

Sikap ini disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko pada acara peluncuran LPI 2025 di Kantor Perwakilan BI Kalteng. Pemprov menilai, ketidakpastian global tidak boleh dijadikan alasan untuk melambat.

“Ekonomi global memang melambat, tetapi Kalimantan Tengah tidak boleh ikut melemah. Justru di tengah tekanan inilah kita harus berani mengakselerasi hilirisasi dan memperkuat struktur ekonomi daerah,” tegas Yuas Elko.

Pemprov Kalteng menilai LPI 2025 menjadi peringatan sekaligus peluang. Ketergantungan pada sektor primer tanpa nilai tambah dinilai tidak lagi relevan. Karena itu, pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang serius membangun industri hilir, khususnya di sektor pertambangan, kelapa sawit, pertanian, dan industri pengolahan.

“Kami tidak hanya butuh investasi, tetapi investasi yang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan dampak langsung bagi masyarakat Kalteng,” ujarnya.

Dari sisi stabilitas, Pemprov Kalteng optimistis inflasi daerah tetap terkendali di kisaran 2,5 persen, sejalan dengan target nasional. Optimisme ini ditopang oleh penguatan sektor pangan melalui pembangunan infrastruktur pertanian dan program cetak sawah 2025–2026.

Tak hanya sektor riil, transformasi ekonomi digital juga menjadi sorotan. Transaksi keuangan digital di Kalteng terus meningkat dan dinilai sebagai fondasi penting bagi ekonomi yang lebih inklusif dan efisien.

“Pertumbuhan tanpa sinergi hanya akan rapuh. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BI, pelaku usaha, dan masyarakat harus dipertegas,” kata Yuas.

Dengan arah kebijakan yang lebih tajam, Pemprov Kalteng menegaskan satu pesan: daerah ini tidak ingin sekadar tumbuh, tetapi tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaulat secara ekonomi. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruh kembali jadi borok tahunan. Ombudsman RI membuka fakta pahit: 652 aduan pekerja soal maladministrasi THR sepanjang 2023–2025 belum tuntas ditangani. Negara dinilai masih setengah hati melindungi hak normatif buruh, sementara perusahaan bandel terus mengulang pelanggaran menjelang THR 2026. Anggota Ombudsman RI Robert Na […]

  • Ekspor Batubara Tak Lagi Bebas, Pemerintah Terapkan Aturan Baru

    Ekspor Batubara Tak Lagi Bebas, Pemerintah Terapkan Aturan Baru

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah resmi mengubah mekanisme ekspor batubara dengan menerapkan aturan baru yang memperkuat pengawasan terhadap komoditas sumber daya alam strategis. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menata perdagangan batubara agar berlangsung lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi. Aturan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 31/MK/BC/2026 yang mulai berlaku efektif sejak 1 Juni […]

  • RKAB Tambang Dibatasi, DPRD Kalteng Soroti Ancaman Pekerja Dirumahkan hingga PHK

    RKAB Tambang Dibatasi, DPRD Kalteng Soroti Ancaman Pekerja Dirumahkan hingga PHK

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 96
    • 0Komentar

    TAMIANG LAYANG, Dayaborneo – Pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan mulai menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah karena kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas perusahaan dan keberlangsungan pekerjaan para karyawan. Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi menyoroti persoalan tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Barito Timur. Kunjungan ini […]

  • Inflasi Tinggi tapi Tetap Diuntungkan, Kok Bisa?

    Inflasi Tinggi tapi Tetap Diuntungkan, Kok Bisa?

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 37
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Status Kalimantan Tengah sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia ternyata tak sepenuhnya buruk. Data terbaru justru menunjukkan indeks perkembangan harga (IPH) di provinsi ini melandai hingga 0,9 persen, membuat Kalteng nangkring di posisi 11 terendah se-Indonesia. Fakta ini terkuak dalam rapat koordinasi pengawasan laju inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri […]

  • Korupsi Program MBG Terbongkar, Eks Kepala BGN Jadi Tersangka

    Korupsi Program MBG Terbongkar, Eks Kepala BGN Jadi Tersangka

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek strategis pemerintahan untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia kini terseret pusaran dugaan korupsi. Kejaksaan Agung menetapkan tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam perkara tata kelola program MBG periode 2025–2026. Ketiga tersangka adalah mantan Kepala BGN berinisial DH, mantan […]

  • Dana Jalan Nasional Tinggal Rp300 Miliar, DPRD: Jangan Korbankan Masyarakat Kalteng

    Dana Jalan Nasional Tinggal Rp300 Miliar, DPRD: Jangan Korbankan Masyarakat Kalteng

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemangkasan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional di Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Alokasi dana yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1 triliun kini hanya tersisa sekitar Rp300 miliar, angka yang dinilai jauh dari cukup untuk menjaga kondisi infrastruktur di provinsi terluas di Indonesia itu. Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, […]

expand_less