Mahasiswa Unair Beri Pelatihan Warga Bakalrejo Olah Sekam Padi Jadi Briket Ramah Lingkungan Mendukung SDG8
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar

Dok. saat serbuk sekam padi dicampur dengan air panas dan tepung kanji dan di adon agar dapat menyatu dan dicetak.
DAYABORNEO, Lamongan – Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga (Unair) menggelar Lokakarya BriPadi berupa pelatihan pembuatan briket dari sekam padi di Balai Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif sekaligus peluang usaha masyarakat desa.
Kegiatan lokakarya tersebut diikuti perangkat desa, Karang Taruna, serta ibu-ibu PKK dari Dusun Singgang, Klubuk, Bakalan, dan Celengan. Antusiasme warga muncul seiring kondisi Desa Bakalrejo yang memiliki produksi padi tinggi dan menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar setiap tahun.
Lokakarya diawali dengan sambutan Ketua Kelompok BBK 7 Eleazar Josiah Tirtakusuma, serta Sekretaris Desa Bakalrejo Achmad Zainudin yang mewakili Kepala Desa. Selanjutnya, anggota kelompok BBK 7, yakni Nuni Azizah dan Yohanes Rafhael Cristoper, memaparkan potensi BriPadi sebagai briket ramah lingkungan yang lebih ekonomis dan memiliki daya bakar lebih lama dibandingkan arang konvensional.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan briket. Proses yang diperagakan meliputi penyangraian sekam padi, penghalusan bahan, pencetakan, pengeringan, hingga pengemasan.
“Selama ini sekam padi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Jika diolah menjadi briket, nilai guna dan nilai ekonomisnya bisa meningkat,” ujar Yohanes.
Warga Desa Bakalrejo, Jugry, menyambut positif kegiatan tersebut. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Briket sekam padi ramah lingkungan dan bisa menjadi peluang UMKM untuk menambah penghasilan keluarga,” katanya.
Melalui Lokakarya BriPadi, mahasiswa Unair mendukung pencapaian SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membekali masyarakat keterampilan berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar