Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kapuas Paling Tertekan, Inflasi Tembus 5 Persen

Kapuas Paling Tertekan, Inflasi Tembus 5 Persen

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Tekanan kenaikan harga di Kalimantan Tengah belum merata. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di provinsi ini, sementara Kabupaten Sukamara mencatat laju kenaikan harga paling rendah sepanjang Juni 2026.

Selisih inflasi antarwilayah tersebut menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat di setiap daerah menghadapi tekanan yang berbeda, bergantung pada kondisi pasokan, distribusi, hingga harga komoditas di lapangan.

Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengungkapkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kalimantan Tengah pada Juni 2026 mencapai 4,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,61.

“Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan inflasi year-on-year tertinggi sebesar 5,01 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,81 persen,” ujar Maria, Rabu (1/7/2026).

Tak hanya secara tahunan, Kapuas juga memimpin inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,33 persen, sedangkan Sukamara kembali menjadi yang terendah dengan 0,13 persen.

Tingginya inflasi di Kapuas tidak lepas dari lonjakan harga sejumlah komoditas strategis yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Beras, bensin, minyak goreng, cabai rawit, ikan nila, ikan patin, bahan bakar rumah tangga, hingga tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama kenaikan harga di Kalimantan Tengah.

BPS mencatat hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Tekanan terbesar datang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menjadi motor utama kenaikan Indeks Harga Konsumen.

Meski demikian, tidak semua harga bergerak naik. Beberapa komoditas seperti daging ayam ras, terong, kelapa, cumi-cumi, dan buah naga justru mengalami penurunan harga sehingga sedikit meredam laju inflasi.

Perbedaan tingkat inflasi antarwilayah dinilai mencerminkan belum meratanya stabilitas pasokan dan distribusi barang di Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar serta gejolak harga kebutuhan pokok tidak semakin membebani masyarakat, terutama di daerah dengan tekanan inflasi paling tinggi seperti Kabupaten Kapuas. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agustiar Saksikan Peluncuran 1.061 KMP, Kalteng Siap Bangun Ekonomi Desa

    Agustiar Saksikan Peluncuran 1.061 KMP, Kalteng Siap Bangun Ekonomi Desa

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 202
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi desa saat mengikuti peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu itu turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, unsur Forkopimda, […]

  • Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 118
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Rencana pemerintah memangkas target produksi bijih nikel nasional pada 2026 dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi industri pertambangan nikel di Indonesia. Kebijakan tersebut diperkirakan mendorong pemulihan harga nikel global sekaligus memperbaiki profitabilitas penambang lokal yang sempat tertekan akibat kelebihan pasokan. Analis menilai pengurangan target produksi bijih nikel dari 379 juta ton pada […]

  • HUT Ke-69 Kalteng, Agustiar Kobarkan Semangat Isen Mulang

    HUT Ke-69 Kalteng, Agustiar Kobarkan Semangat Isen Mulang

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah,  menjadi saksi bagaimana semangat Isen Mulang kembali digaungkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2026). Di tengah tantangan ekonomi dan tuntutan pembangunan, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan Kalteng tidak boleh kehilangan arah dan keberanian untuk maju. Mengusung tema “Betang Huma Itah”, upacara HUT […]

  • IKA PMII Kalteng Gelar Bukber dan Diskusi: Kaderisasi Wajib Diperkuat, Alumni Diminta Turun Tangan

    IKA PMII Kalteng Gelar Bukber dan Diskusi: Kaderisasi Wajib Diperkuat, Alumni Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Tengah menggelar buka puasa bersama sekaligus diskusi konsolidasi bertajuk “Merajut Kiprah IKA PMII Kalteng Masa Kini” di Palangka Raya, Sabtu (28/2/2026) sore. Forum ini memantapkan arah gerak organisasi alumni agar tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan agenda kerja yang terukur. Ketua IKA […]

  • Awal 2026, Presiden Tinjau Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang

    Awal 2026, Presiden Tinjau Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Aceh Tamiang — Mengawali hari pertama Tahun 2026, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat terdampak bencana. Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi prioritas utama agar warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan 600 unit pertama dari total […]

  • Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

    Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah memunculkan fenomena baru yang menarik sekaligus memantik ironi. Ketika ruang jual-beli di pinggir jalan perlahan menghilang akibat tekanan kebijakan dan pengawasan, transaksi justru bermigrasi diam-diam ke ruang digital. Pengecer tak lagi menunggu pembeli di depan toko. Kini, mereka “naik kelas” — berdagang lewat pesan instan, media sosial, […]

expand_less