Pemprov Kalteng Kunci Inflasi, BULOG Ditarik Jadi Benteng Pangan 2026
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- visibility 124
- comment 0 komentar

Foto bersama usai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) dengan BULOG Kalteng.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah tegas menghadapi ancaman inflasi dan gejolak pangan. Pemprov Kalteng resmi mengikat kerja sama strategis dengan Perum BULOG Wilayah Kalteng untuk mengamankan pasokan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok sepanjang 2026.
Kesepakatan Bersama (MoU) itu diteken langsung oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung di Ruang Rapat Bajakah I, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (22/01/2026).
Langkah ini menandai keseriusan pemerintah daerah agar urusan pangan tidak sekadar wacana, tetapi betul-betul terkontrol di lapangan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Norhani, secara terbuka mengakui bahwa stabilitas pangan menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah.
“Kesepakatan ini kami siapkan untuk menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok, terutama beras dan komoditas strategis lainnya, agar harga tidak liar dan masyarakat tidak jadi korban,” tegas Norhani.
Ia menekankan, BULOG memiliki peran vital sebagai garda terdepan negara dalam menjaga stok dan distribusi pangan, terutama saat inflasi mengintai dan situasi darurat seperti bencana bisa terjadi kapan saja.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko yang membacakan sambutan Plt. Sekda menyebut MoU ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah pada kepentingan rakyat.
“Ini bukan seremoni. Tanpa sinergi yang kuat dengan BULOG, pengendalian inflasi dan stabilisasi harga hanya akan jadi slogan,” ujarnya lugas.
Yuas menegaskan, Pemprov Kalteng ingin memastikan negara benar-benar hadir dalam urusan perut rakyat. Distribusi pangan harus cepat, stok harus aman, dan harga harus terkendali.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Kepala BULOG Kalteng Budi Sultika dan jajaran perangkat daerah. Kesepakatan ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa Pemprov Kalteng tidak ingin kecolongan soal pangan. Inflasi dikunci, stok dijaga, dan kepentingan masyarakat jadi prioritas utama. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar