Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Pemprov Kalteng Tekankan KPH Tak Boleh Kelola Hutan Tanpa Rencana

Pemprov Kalteng Tekankan KPH Tak Boleh Kelola Hutan Tanpa Rencana

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan tidak ada lagi ruang bagi pengelolaan hutan tanpa perencanaan yang jelas dan terukur. Melalui Klinik Pembinaan Penyusunan dan Perubahan Dokumen Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP), Pemprov Kalteng mendorong seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk menertibkan arah pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar di Aquarius Hotel, Rabu (28/1/2026), itu dihadiri langsung Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah H. Agustan Saining serta seluruh pengelola KPH se-Kalteng. Forum ini menjadi alarm keras agar tata kelola kehutanan tidak berjalan sporadis dan lepas dari regulasi.

“Pengelolaan hutan secara nasional berada di bawah kewenangan KPH. Di Kalimantan Tengah ada 18 KPH dengan 33 unit pengelolaan. Seluruhnya wajib memiliki dokumen RPHJP yang patuh aturan,” tegas Agustan.

Ia menekankan, dokumen RPHJP bukan sekadar administrasi, melainkan peta jalan yang menentukan arah keberlanjutan hutan dan kepastian hukum di lapangan. “RPHJP harus sejalan dengan arahan Kementerian Kehutanan, RPJMD, dan visi Kalimantan Tengah Berkah, Maju, dan Bermartabat,” ujarnya.

Agustan juga menyoroti peran strategis Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR) sebagai instrumen penting penguatan sektor kehutanan. Menurutnya, dana tersebut tidak hanya menopang program teknis kehutanan, tetapi juga dapat disinergikan lintas sektor.

“Sebagian DBHDR bisa dimanfaatkan untuk mendukung program strategis di dinas lain seperti PUPR, Pariwisata, hingga Biro Ekonomi. Ini soal kolaborasi pembangunan,” katanya.

Di sisi lain, Agustan mengungkap fakta besar terkait kontribusi kehutanan terhadap pembangunan sektor lain. Sejak awal 2000-an, lebih dari 1 juta hektare kawasan hutan di Kalimantan Tengah telah dilepaskan untuk mendukung pengembangan perkebunan.

“Ini menunjukkan sektor kehutanan sudah memberi ruang besar bagi pembangunan. Sekarang saatnya pengelolaan hutan yang tersisa dijaga secara serius, terencana, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pemprov Kalteng memastikan Dinas Kehutanan tetap berada di garda depan mendukung kebijakan gubernur demi memastikan hutan tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga penyangga masa depan Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi SMK Negeri 5 Palangka Raya Bukti Nyata Pemprov Kalteng Akhiri Ruang Belajar Bocor dan Tak Layak

    Revitalisasi SMK Negeri 5 Palangka Raya Bukti Nyata Pemprov Kalteng Akhiri Ruang Belajar Bocor dan Tak Layak

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan. SMK Negeri 5 Palangka Raya menjadi salah satu bukti nyata bahwa intervensi pemerintah mampu mengakhiri persoalan ruang belajar rusak, bocor, dan membahayakan keselamatan siswa, Rabu (28/1/2026). Sebelum revitalisasi dilakukan, sejumlah ruang kelas dan […]

  • Prabowo: Masa Depan Indonesia Ditentukan Ilmu Pengetahuan, Bukan Sekadar Kekayaan Alam

    Prabowo: Masa Depan Indonesia Ditentukan Ilmu Pengetahuan, Bukan Sekadar Kekayaan Alam

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi cukup bergantung pada melimpahnya sumber daya alam. Kemajuan bangsa, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi serta lembaga riset nasional. Pesan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia […]

  • Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Memasuki pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sedikitnya 472 kejadian karhutla yang telah melalap sekitar 456,78 hektare lahan. Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, menilai kondisi tersebut harus […]

  • Belanja Daerah Lamban, Mendagri Ultimatum Pemda

    Belanja Daerah Lamban, Mendagri Ultimatum Pemda

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekan pemerintah daerah agar tidak lengah mengejar realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 menjelang tutup tahun anggaran. Ia menegaskan, rendahnya realisasi belanja daerah berpotensi menghambat perputaran ekonomi dan melemahkan daya beli masyarakat. Arahan itu disampaikan Tito saat memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun […]

  • BPJS Warga Miskin Tak Boleh Disentuh Efisiensi: Pemprov Kalteng Bayari 650 Ribu Jiwa

    BPJS Warga Miskin Tak Boleh Disentuh Efisiensi: Pemprov Kalteng Bayari 650 Ribu Jiwa

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil posisi tegas dalam melindungi hak kesehatan masyarakat miskin. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov memastikan iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 650 ribu jiwa warga tidak mampu tetap dibayarkan penuh. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bahkan memperingatkan pemerintah kabupaten/kota agar tidak menjadikan sektor kesehatan sebagai korban pemangkasan […]

  • Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

    Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp216 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (6/7/2026). Mewakili Gubernur […]

expand_less