Komdigi Siapkan Paket Komunikasi Terjangkau untuk Nataru 2025–2026
- account_circle fe
- calendar_month Sab, 20 Des 2025
- visibility 155
- comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah strategis untuk menjamin kelancaran komunikasi publik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan menggandeng seluruh operator seluler di Indonesia menyediakan paket layanan khusus berbiaya terjangkau.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga konektivitas masyarakat di tengah lonjakan mobilitas dan aktivitas digital pada masa libur panjang.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa momen Natal dan Tahun Baru selalu diiringi peningkatan signifikan penggunaan layanan telekomunikasi, baik untuk panggilan suara maupun akses data. Oleh karena itu, pemerintah memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan yang optimal tanpa terbebani biaya tinggi.
“Pada periode Nataru ini, operator memberikan diskon dan berbagai kemudahan tambahan bagi pelanggan agar kebutuhan komunikasi tetap terpenuhi dengan baik,” ujar Meutya Hafid saat Apel Posko Nataru di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).
Selain paket khusus, Komdigi juga meminta operator seluler meningkatkan kapasitas jaringan, terutama Base Transceiver Station (BTS), untuk mengantisipasi lonjakan trafik yang diproyeksikan naik hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas layanan di pusat-pusat keramaian, jalur mudik, dan kawasan wisata.
Untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, Komdigi membentuk Satuan Tugas Posko Bersama yang beroperasi sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sebanyak 255 posko disiagakan di berbagai daerah, termasuk 35 posko pengawasan spektrum frekuensi radio di bandara.
“Posko kami tempatkan di titik-titik strategis agar respon terhadap gangguan layanan bisa dilakukan cepat dan terkoordinasi,” jelas Meutya.
Ia juga mengingatkan operator agar memperhatikan kesiapan cadangan energi, mengingat tingginya potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan. “Sesuai arahan Presiden, operator harus memastikan genset dan baterai cadangan dalam kondisi optimal, khususnya di wilayah rawan,” tegasnya.
Menutup kegiatan tersebut, Meutya memberikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan, termasuk Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio daerah, yang tetap bekerja selama libur Nataru. “Koordinasi dengan operator harus terus dijaga agar kualitas layanan komunikasi tetap stabil,” pungkasnya. (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar