Dari Mimbar Pengajian, Pemprov Kalteng Dorong Kebangkitan Moral Muslimah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- visibility 68
- comment 0 komentar

Penceramah Ustaz H. Hasanuddin (UAS Banjar)
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan dengan pendekatan material semata. Melalui Pengajian Muslimah dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pemprov Kalteng menguatkan pesan kebangkitan moral dan spiritual kaum perempuan sebagai pilar utama ketahanan sosial.
Kegiatan ini berlangsung di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (29/1/2026), dan diikuti ASN serta anggota Dharma Wanita Persatuan muslimah.
Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan tonggak pembentukan karakter umat, khususnya bagi perempuan yang memegang peran strategis di keluarga dan masyarakat.
“Isra Mi’raj mengajarkan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai ini harus hidup dalam diri perempuan, karena dari tangan ibu lahir generasi yang menentukan arah bangsa,” tegas Aisyah di hadapan ratusan jemaah.
Ia menyampaikan bahwa muslimah ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga menjadi teladan moral di lingkungan keluarga, birokrasi, dan ruang publik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kalimantan Tengah sangat ditentukan oleh kualitas iman dan akhlak para pelaku pembangunannya.
“Perempuan bukan hanya pendamping, tetapi penggerak. Ketika iman ibu kuat, keluarga akan kokoh dan masyarakat akan tertib,” ujarnya.
Aisyah juga mengajak seluruh jemaah untuk bersatu mendukung program pembangunan Pemprov Kalteng dengan menjunjung nilai keikhlasan, integritas, dan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus berjalan seiring dengan penguatan spiritual.
Pada kesempatan tersebut, jemaah turut memanjatkan doa bagi korban bencana banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatra Barat sebagai bentuk solidaritas dan empati sesama anak bangsa.
Sementara itu, penceramah Ustaz H. Hasanuddin (UAS Banjar) mengingatkan pentingnya menjaga lisan, memperkuat ibadah salat lima waktu, serta membiasakan sedekah sebagai bekal keselamatan dunia dan akhirat.
Melalui pengajian ini, Pemprov Kalteng mengirim sinyal kuat bahwa arah pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada angka dan proyek, tetapi juga pada pembentukan manusia beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab. Bagi DAYA BORNEO, inilah wajah pembangunan yang utuh: maju, religius, dan bermartabat.
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar