Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menegaskan perannya sebagai motor intelektual daerah dengan mengukuhkan Guru Besar di bidang agribisnis dan pertanian berkelanjutan. Di tengah ancaman krisis pangan dan tekanan terhadap ekosistem gambut, dunia kampus didorong tidak hanya melahirkan teori, tetapi solusi nyata.

Rektor UPR Salampak secara resmi mengalungkan gordon kepada Evi Feronika sebagai Guru Besar pada Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat yang dipimpin Ketua Senat Petrus Poewardi di Aula Rahan, Rabu (15/4/2026).

Dalam pidato pengukuhannya, Evi tidak sekadar bicara akademik. Ia menyoroti langsung persoalan strategis Kalimantan Tengah: bagaimana mengelola lahan gambut tanpa merusaknya, sekaligus menjadikannya sumber pangan berkelanjutan.

“Kalau tidak ada transformasi serius, kita akan terus terjebak antara eksploitasi dan krisis. Agribisnis harus berubah, bukan hanya produktif tapi juga berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi alarm keras bagi semua pihak. Selama ini, pengelolaan gambut kerap berada di antara kepentingan ekonomi dan ancaman kerusakan lingkungan. Tanpa pendekatan ilmiah yang kuat, Kalteng berisiko kehilangan keduanya.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko yang hadir dalam acara tersebut mengakui pentingnya peran akademisi dalam mendorong arah pembangunan yang berbasis data dan riset.

Ia menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan konkret dari perguruan tinggi, bukan hanya kajian di atas kertas. “Riset harus turun ke lapangan, menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi dasar kebijakan,” ujarnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong serta sejumlah pemangku kepentingan. Namun pesan utama acara ini jelas: tanpa inovasi serius dari kampus, ketahanan pangan di wilayah gambut hanya akan menjadi wacana berulang.

UPR kini ditantang membuktikan—bahwa gelar profesor bukan sekadar simbol, tetapi titik awal perubahan nyata bagi Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PALANGKARAYA, Wadi menjadi salah satu kuliner legendaris masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang hingga kini masih banyak dinikmati. Hidangan ini berasal dari teknik pengawetan ikan melalui proses fermentasi tradisional, sehingga menghasilkan rasa gurih, sedikit asam, dan aroma khas yang menjadi ciri utamanya. Dahulu, wadi dibuat sebagai solusi untuk menyimpan hasil tangkapan ikan air tawar agar […]

  • DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kasus yang menimpa Supiat, warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel), yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipaksa bekerja dalam jaringan online scam di Kamboja, memantik perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Legislator meminta pemerintah memperketat pengawasan perekrutan tenaga kerja agar tragedi serupa tidak kembali menimpa warga Kalteng. Wakil Ketua Komisi I […]

  • Apa Itu Kompolnas Awards?

    Apa Itu Kompolnas Awards?

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Istilah Kompolnas Awards kembali menjadi perhatian setiap kali proses penghargaan terhadap kinerja kepolisian memasuki tahap penilaian. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa sebenarnya Kompolnas Awards, siapa yang menyelenggarakannya, serta apa saja yang menjadi ukuran dalam menentukan penerima penghargaan. Secara sederhana, Kompolnas Awards merupakan penghargaan yang diberikan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai bentuk apresiasi […]

  • Tarian Bahasa Isyarat Tampil Istimewa di Perayaan HUT Ke-67 SMAN 1 Palangka Raya

    Tari Bahasa Isyarat Tampil Istimewa di Perayaan HUT SMAN 1 Palangka Raya

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — SMA Negeri 1 Palangka Raya merayakan hari ulang tahunnya yang ke-67 dengan menghadirkan penampilan tari bahasa isyarat yang mengiringi lagu Mars Kalteng Makin Berkah. Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang digelar di halaman sekolah yang beralamat di Jalan AIS Nasution No. 2, Kota Palangka Raya, Senin (3/8/2026) pagi. Belasan peserta […]

  • Pemprov Kalteng Tancap Gas Digitalisasi, OPD Diingatkan Jangan Jalan Sendiri-Sendiri

    Pemprov Kalteng Tancap Gas Digitalisasi, OPD Diingatkan Jangan Jalan Sendiri-Sendiri

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengencangkan langkah mempercepat transformasi digital di seluruh lini pemerintahan. Pesannya tegas, tidak boleh lagi ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang bekerja dengan sistem masing-masing jika ingin pelayanan publik benar-benar cepat, terbuka, dan berdampak bagi masyarakat. Penegasan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan Kesejahteraan Rakyat […]

  • Hari Otonomi Daerah: Antara Kemandirian Fiskal dan Tantangan Ekonomi Modern

    Hari Otonomi Daerah: Antara Kemandirian Fiskal dan Tantangan Ekonomi Modern

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Otonomi Daerah setiap 25 April bukan sekadar seremoni administratif. Momentum ini menjadi refleksi atas sejauh mana desentralisasi benar-benar memperkuat ekonomi daerah di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Sejak diberlakukan pascareformasi, otonomi daerah memberi kewenangan luas kepada pemerintah daerah untuk mengelola sumber daya dan menentukan arah pembangunan sesuai potensi lokal. Namun, lebih dari […]

expand_less