Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menegaskan perannya sebagai motor intelektual daerah dengan mengukuhkan Guru Besar di bidang agribisnis dan pertanian berkelanjutan. Di tengah ancaman krisis pangan dan tekanan terhadap ekosistem gambut, dunia kampus didorong tidak hanya melahirkan teori, tetapi solusi nyata.

Rektor UPR Salampak secara resmi mengalungkan gordon kepada Evi Feronika sebagai Guru Besar pada Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat yang dipimpin Ketua Senat Petrus Poewardi di Aula Rahan, Rabu (15/4/2026).

Dalam pidato pengukuhannya, Evi tidak sekadar bicara akademik. Ia menyoroti langsung persoalan strategis Kalimantan Tengah: bagaimana mengelola lahan gambut tanpa merusaknya, sekaligus menjadikannya sumber pangan berkelanjutan.

“Kalau tidak ada transformasi serius, kita akan terus terjebak antara eksploitasi dan krisis. Agribisnis harus berubah, bukan hanya produktif tapi juga berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi alarm keras bagi semua pihak. Selama ini, pengelolaan gambut kerap berada di antara kepentingan ekonomi dan ancaman kerusakan lingkungan. Tanpa pendekatan ilmiah yang kuat, Kalteng berisiko kehilangan keduanya.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko yang hadir dalam acara tersebut mengakui pentingnya peran akademisi dalam mendorong arah pembangunan yang berbasis data dan riset.

Ia menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan konkret dari perguruan tinggi, bukan hanya kajian di atas kertas. “Riset harus turun ke lapangan, menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi dasar kebijakan,” ujarnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong serta sejumlah pemangku kepentingan. Namun pesan utama acara ini jelas: tanpa inovasi serius dari kampus, ketahanan pangan di wilayah gambut hanya akan menjadi wacana berulang.

UPR kini ditantang membuktikan—bahwa gelar profesor bukan sekadar simbol, tetapi titik awal perubahan nyata bagi Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Terapkan Skema Pembelajaran Khusus PAUD hingga SMP

    Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Terapkan Skema Pembelajaran Khusus PAUD hingga SMP

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan skema khusus kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah untuk seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta. Kebijakan ini dirancang agar proses pendidikan tetap berjalan seiring dengan penguatan pembinaan karakter dan nilai keagamaan peserta didik. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, […]

  • Gubernur Agustiar Rombak Pejabat Pemprov: Stop Kerja Seremonial

    Gubernur Agustiar Rombak Pejabat Pemprov: Stop Kerja Seremonial

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran kembali mengguncang struktur birokrasi Pemerintah Provinsi Kalteng. Enam pejabat tinggi pratama resmi dilantik di Istana Isen Mulang, Selasa (26/5/2026), dengan pesan keras: jabatan bukan tempat nyaman, tetapi medan pengabdian untuk rakyat. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/153/2026 tentang Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan […]

  • Pemprov Kalteng Tekankan KPH Tak Boleh Kelola Hutan Tanpa Rencana

    Pemprov Kalteng Tekankan KPH Tak Boleh Kelola Hutan Tanpa Rencana

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan tidak ada lagi ruang bagi pengelolaan hutan tanpa perencanaan yang jelas dan terukur. Melalui Klinik Pembinaan Penyusunan dan Perubahan Dokumen Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP), Pemprov Kalteng mendorong seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk menertibkan arah pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan. Kegiatan yang digelar di […]

  • Kepala BGN Dicopot, Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Program MBG

    Kepala BGN Dicopot, Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Program MBG

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 150
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar di Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Lodewyk Pusung serta Sony Sanjaya. Langkah tersebut diumumkan langsung pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (02/06/2026), setelah dilakukan evaluasi kinerja selama hampir satu setengah tahun terakhir. Perombakan ini menandai babak baru […]

  • Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi kejiwaan RB (23), pria yang mengamuk menggunakan mandau dan melukai dua warga di kawasan Jalan G Obos, Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). Pasca peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, berbagai informasi bermunculan yang menyebut pelaku merupakan Orang Dengan […]

  • Apa itu Reforma Agraria?

    Apa itu Reforma Agraria?

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Reforma agraria bukan sekadar program bagi-bagi tanah. Ia adalah strategi besar negara untuk menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih adil dan produktif. Dalam konteks Indonesia, reforma agraria menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan, menyelesaikan konflik lahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. Secara sederhana, reforma agraria mencakup dua pilar utama: […]

expand_less