Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menegaskan perannya sebagai motor intelektual daerah dengan mengukuhkan Guru Besar di bidang agribisnis dan pertanian berkelanjutan. Di tengah ancaman krisis pangan dan tekanan terhadap ekosistem gambut, dunia kampus didorong tidak hanya melahirkan teori, tetapi solusi nyata.

Rektor UPR Salampak secara resmi mengalungkan gordon kepada Evi Feronika sebagai Guru Besar pada Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat yang dipimpin Ketua Senat Petrus Poewardi di Aula Rahan, Rabu (15/4/2026).

Dalam pidato pengukuhannya, Evi tidak sekadar bicara akademik. Ia menyoroti langsung persoalan strategis Kalimantan Tengah: bagaimana mengelola lahan gambut tanpa merusaknya, sekaligus menjadikannya sumber pangan berkelanjutan.

“Kalau tidak ada transformasi serius, kita akan terus terjebak antara eksploitasi dan krisis. Agribisnis harus berubah, bukan hanya produktif tapi juga berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi alarm keras bagi semua pihak. Selama ini, pengelolaan gambut kerap berada di antara kepentingan ekonomi dan ancaman kerusakan lingkungan. Tanpa pendekatan ilmiah yang kuat, Kalteng berisiko kehilangan keduanya.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko yang hadir dalam acara tersebut mengakui pentingnya peran akademisi dalam mendorong arah pembangunan yang berbasis data dan riset.

Ia menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan konkret dari perguruan tinggi, bukan hanya kajian di atas kertas. “Riset harus turun ke lapangan, menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi dasar kebijakan,” ujarnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong serta sejumlah pemangku kepentingan. Namun pesan utama acara ini jelas: tanpa inovasi serius dari kampus, ketahanan pangan di wilayah gambut hanya akan menjadi wacana berulang.

UPR kini ditantang membuktikan—bahwa gelar profesor bukan sekadar simbol, tetapi titik awal perubahan nyata bagi Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan Kalimantan Tengah. Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Situasi tersebut mendorong Anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, meminta pemerintah bergerak lebih serius. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada […]

  • Gubernur Kalteng Desak Pusat Perkuat Penanganan Karhutla Melalui DBH-DR

    Gubernur Kalteng Desak Pusat Perkuat Penanganan Karhutla Melalui DBH-DR

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Gubernur Kalimantan Tengah tampil lugas dan terbuka saat bertemu Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan itu, Gubernur secara tegas mendorong optimalisasi Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) agar benar-benar menyentuh persoalan krusial di daerah, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga penguatan […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Ungkap Penyebab Warga Ramai-ramai Tinggalkan Pertamax

    Gubernur Agustiar Sabran Ungkap Penyebab Warga Ramai-ramai Tinggalkan Pertamax

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Kalimantan Tengah rupanya bukan tanpa sebab. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyebut selisih harga yang cukup jauh dengan Pertalite membuat masyarakat beramai-ramai beralih ke BBM bersubsidi tersebut. Agustiar mengatakan harga Pertamax saat ini mencapai kisaran Rp6 ribuan, jauh lebih mahal dibanding Pertalite. Kondisi itu, menurutnya, menjadi salah […]

  • Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

    Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 226
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Anggota MPR RI/DPD RI dari Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menegaskan bahwa komoditas sawit harus menjadi kekuatan strategis daerah di tengah dinamika global yang kian mengarah pada “perang energi”. Mengacu data Badan Pusat Statistik, luas perkebunan sawit di Kalteng mencapai sekitar 2,16 juta hektare. Angka ini menempatkan Kalteng sebagai salah satu wilayah […]

  • Pemprov Kalteng Tancap Gas Digitalisasi, OPD Diingatkan Jangan Jalan Sendiri-Sendiri

    Pemprov Kalteng Tancap Gas Digitalisasi, OPD Diingatkan Jangan Jalan Sendiri-Sendiri

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengencangkan langkah mempercepat transformasi digital di seluruh lini pemerintahan. Pesannya tegas, tidak boleh lagi ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang bekerja dengan sistem masing-masing jika ingin pelayanan publik benar-benar cepat, terbuka, dan berdampak bagi masyarakat. Penegasan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan Kesejahteraan Rakyat […]

  • Gema Pancasila 2026 Ditegaskan Jadi Benteng Ideologi Bangsa

    Gema Pancasila 2026 Ditegaskan Jadi Benteng Ideologi Bangsa

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital. Penegasan itu mengemuka saat pembukaan Gema Pancasila Tahun 2026 bertema “Dari Nilai ke Aksi Nyata” di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (2/2/2026). Staf Ahli Gubernur Bidang […]

expand_less