Dua Gubernur Bertemu di Istana, Kalteng–Kalsel Diminta Tinggalkan Seremoni dan Fokus Hasil Nyata
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sab, 18 Apr 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar

Dok. Saat penyerahan kenang-kenangan.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pertemuan antara Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin bersama jajaran Forkopimda di Istana Isen Mulang, Kamis (16/04/2026), tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Pemerintah daerah didorong untuk segera mengubah pola kerja dari seremonial menuju kolaborasi nyata yang berdampak langsung ke masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Agustiar menekankan bahwa hubungan antarprovinsi harus menghasilkan program konkret, terutama di sektor strategis seperti ketahanan pangan, pengendalian inflasi, hingga penanganan kebakaran hutan dan banjir yang kerap menjadi persoalan tahunan di wilayah Kalimantan.
“Kita tidak bisa lagi hanya bertemu tanpa tindak lanjut. Masyarakat menunggu hasil, bukan sekadar wacana,” ujarnya tegas.
Ia menilai Kalimantan Tengah memiliki peran penting sebagai penyangga kebutuhan pangan regional, termasuk dalam mendukung kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, tanpa kerja sama lintas daerah yang kuat, potensi tersebut dinilai berisiko tidak maksimal.
Agustiar juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok. Ia meminta koordinasi antara pemerintah provinsi diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan harga dan gangguan distribusi, terutama saat momentum hari besar keagamaan.
Di sektor investasi, Gubernur mengingatkan agar kemudahan perizinan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa investasi harus memberikan manfaat nyata bagi daerah, bukan hanya keuntungan sepihak bagi pelaku usaha.
Selain itu, pengembangan sektor pariwisata dan UMKM dinilai perlu digenjot melalui sinergi antarwilayah. Ia melihat peluang besar jika kedua provinsi mampu membangun konektivitas ekonomi yang saling menguatkan.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai dituntut bekerja lebih terukur dan kolaboratif. Sinergi Kalteng–Kalsel diharapkan tidak berhenti pada komitmen, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam program yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar