Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Neraca Perdagangan Tetap Surplus di Tengah Tekanan Global

Neraca Perdagangan Tetap Surplus di Tengah Tekanan Global

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali menunjukkan sinyal optimistis. Nilai ekspor tercatat meningkat dan neraca perdagangan tetap mencetak surplus, memperlihatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil.

Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (4/5/2026), Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan daya saing produk Indonesia yang masih mampu bertahan di pasar internasional.

“Surplus neraca perdagangan tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa ekspor kita masih memiliki kekuatan di tengah tekanan global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor berbasis sumber daya alam masih menjadi tulang punggung ekspor nasional. Komoditas unggulan seperti hasil tambang dan perkebunan terus mendominasi kontribusi terhadap total ekspor. Namun demikian, sektor manufaktur juga mulai menunjukkan geliat positif dengan peningkatan permintaan dari sejumlah negara mitra dagang.

Di sisi lain, aktivitas impor mengalami peningkatan yang dinilai cukup sehat. Lonjakan impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal, yang menjadi penopang utama aktivitas produksi dalam negeri.

“Impor yang meningkat justru menjadi indikasi bahwa sektor industri kita tetap bergerak. Ini sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Meski tren saat ini menunjukkan arah yang positif, BPS mengingatkan adanya sejumlah risiko eksternal yang perlu diantisipasi. Fluktuasi harga komoditas global, ketegangan geopolitik, hingga perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang berpotensi memengaruhi kinerja perdagangan ke depan.

Muhammad Taufiqqurahman menekankan pentingnya strategi jangka panjang, terutama dalam memperluas pasar ekspor dan mendorong diversifikasi produk agar tidak bergantung pada komoditas tertentu.

“Penguatan struktur ekspor menjadi kunci agar kinerja perdagangan kita tetap berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan tren surplus yang terus terjaga, perdagangan luar negeri Indonesia dinilai masih menjadi salah satu penopang utama stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dolar Tembus Rp18.000 Lagi, BI Buka Suara!

    Dolar Tembus Rp18.000 Lagi, BI Buka Suara!

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menembus Rp18.000, Selasa (29/9/2026). Bank Indonesia (BI) menyebut rupiah sedang dihantam tekanan global yang datang bertubi-tubi, mulai dari harga minyak di atas US$108 per barel hingga imbal hasil surat utang AS yang menyentuh level tertinggi sejak 2007. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin […]

  • Pemprov Kalteng Pasang Arah Ekonomi Agresif Usai LPI 2025 BI

    Pemprov Kalteng Pasang Arah Ekonomi Agresif Usai LPI 2025 BI

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 82
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak ingin sekadar menjadi penonton di tengah perlambatan ekonomi global. Merespons peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 Bank Indonesia, Pemprov Kalteng secara tegas memasang arah pembangunan ekonomi yang lebih agresif: hilirisasi dipercepat, investasi dipermudah, dan ketahanan ekonomi daerah diperkuat. Sikap ini disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur Kalimantan […]

  • Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 233
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara terkoreksi hingga 20,27 persen secara kumulatif, menjadi US$22,17 miliar atau setara Rp371,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan capaian periode yang […]

  • Di Tengah Era Digital, Seberapa Bebas Pers Indonesia?

    Di Tengah Era Digital, Seberapa Bebas Pers Indonesia?

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Internasional—sebuah momentum untuk menegaskan kembali bahwa pers yang merdeka adalah fondasi demokrasi. Di Indonesia, kebebasan pers telah menempuh jalan panjang sejak reformasi 1998. Lahirnya Reformasi 1998 membuka keran kebebasan berekspresi, menghapus sistem pembredelan, dan memperkuat posisi media sebagai pengawas kekuasaan. Namun, […]

  • Pusat Siapkan Bantuan Sumur Bor untuk Atasi Karhutla di Tanjung Puting

    Pusat Siapkan Bantuan Sumur Bor untuk Atasi Karhutla di Tanjung Puting

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle niha
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Pemerintah pusat berencana memberikan dukungan sumur bor untuk membantu pemadaman api, terutama di kawasan gambut yang sulit ditangani. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Linae Victoria Aden, menyampaikan hal tersebut seusai […]

  • Prabowo Tata Ulang Sektor Energi, Negara Disiapkan Pegang Kendali Lebih Besar

    Prabowo Tata Ulang Sektor Energi, Negara Disiapkan Pegang Kendali Lebih Besar

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai menata ulang arah kebijakan energi dan pertambangan nasional dengan menegaskan peran negara harus lebih dominan dalam pengelolaan sumber daya alam strategis. Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi baru dalam memperkuat kedaulatan energi sekaligus memaksimalkan penerimaan negara dari sektor tambang dan migas. Arah kebijakan tersebut mengemuka saat Presiden menerima […]

expand_less