Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Prabowo Kencangkan Kendali Ekonomi RI, Mulai Tata Ulang Devisa dan Ekspor SDA

Prabowo Kencangkan Kendali Ekonomi RI, Mulai Tata Ulang Devisa dan Ekspor SDA

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Indonesia sedang menghadapi gelombang ketidakpastian ekonomi global yang kian sulit diprediksi. Di tengah tekanan itu, pemerintah mulai bergerak memperkuat benteng pertahanan ekonomi nasional, dari menjaga stabilitas sektor keuangan hingga mengamankan devisa hasil ekspor dan tata kelola sumber daya alam strategis.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan strategis bersama tokoh ekonomi dan jajaran pejabat utama di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/05/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor keuangan, pengawasan perbankan, percepatan kebijakan devisa hasil ekspor (DHE), hingga pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam nasional.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto  tidak ingin lagi membiarkan kekayaan alam Indonesia hanya menjadi sumber keuntungan segelintir pihak tanpa memberi dampak maksimal terhadap kekuatan ekonomi negara.

“Pemerintah akan terus memperkuat langkah strategis jangka panjang untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional dan memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga,” tegas Prabowo.

Dalam forum itu, pemerintah memfokuskan perhatian pada penguatan fundamental ekonomi nasional melalui stabilitas sektor keuangan, penerapan prinsip prudential banking, hingga pengawasan perbankan yang lebih ketat dan terintegrasi.

Namun perhatian terbesar tertuju pada percepatan implementasi kebijakan DHE. Pemerintah ingin devisa hasil ekspor tetap berada dalam sistem keuangan domestik agar mampu memperkuat cadangan devisa nasional dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Tak hanya itu, pemerintah juga mulai merancang pembenahan ekspor sumber daya alam melalui Danantara Sumberdaya Indonesia. Skema tersebut disiapkan untuk memperbesar penerimaan negara sekaligus memastikan hasil kekayaan alam Indonesia memberi manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Pertemuan itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta sejumlah tokoh ekonomi nasional seperti Burhanuddin Abdullah dan Paskah Suzetta. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Siap Lelang 108 Aset Rampasan Koruptor Senilai Rp311 Miliar

    KPK Siap Lelang 108 Aset Rampasan Koruptor Senilai Rp311 Miliar

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Uang hasil korupsi tidak selalu berakhir dalam bentuk rekening rahasia atau tumpukan uang tunai. Sebagian berubah menjadi rumah mewah, apartemen, kendaraan, barang elektronik, hingga barang-barang bermerek. Kini, aset-aset tersebut akan kembali ke negara melalui mekanisme lelang yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada 18 Juni 2026 mendatang, KPK akan melelang 108 aset […]

  • Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 233
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara terkoreksi hingga 20,27 persen secara kumulatif, menjadi US$22,17 miliar atau setara Rp371,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan capaian periode yang […]

  • Mahasiswa Kelompok BBK Unair Ajak Warga Bakalrejo Sulap Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

    Mahasiswa Kelompok BBK Unair Ajak Warga Bakalrejo Sulap Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Lamongan – Tumpukan sampah bioorganik dari aktivitas rumah tangga masih menjadi momok di banyak daerah, termasuk Desa Bakalrejo. Sampah dapur yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menyumbang sekitar 30 persen timbunan limbah, kini mulai dilawan dengan cara berbeda. Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga turun langsung ke tengah warga […]

  • Pemprov Kalteng Dorong Konsultan Lokal Lebih Profesional dan Kompetitif

    Pemprov Kalteng Dorong Konsultan Lokal Lebih Profesional dan Kompetitif

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas dan profesionalisme jasa konsultan lokal. Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya, Kamis (21/5/2026). Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian […]

  • DPRD Kalteng Kritik Disdukcapil, Anggaran Terserap Tinggi tapi KTP-el dan Akta Masih Bermasalah

    DPRD Kalteng Kritik Disdukcapil, Anggaran Terserap Tinggi tapi KTP-el dan Akta Masih Bermasalah

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalteng dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Meski serapan anggaran dinilai tinggi, DPRD menilai pelayanan administrasi kependudukan belum menunjukkan hasil maksimal. Cakupan kepemilikan KTP elektronik (KTP-el) dan akta pencatatan sipil disebut […]

  • Inflasi Tinggi tapi Tetap Diuntungkan, Kok Bisa?

    Inflasi Tinggi tapi Tetap Diuntungkan, Kok Bisa?

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Status Kalimantan Tengah sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia ternyata tak sepenuhnya buruk. Data terbaru justru menunjukkan indeks perkembangan harga (IPH) di provinsi ini melandai hingga 0,9 persen, membuat Kalteng nangkring di posisi 11 terendah se-Indonesia. Fakta ini terkuak dalam rapat koordinasi pengawasan laju inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri […]

expand_less