Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah ikut memanaskan atmosfer Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dengan parade bertema budaya Dayak dan pelestarian hutan, Minggu (17/5/2026).

Penampilan Dishut Kalteng menjadi simbol bahwa identitas Kalimantan tidak hanya berdiri pada adat, tetapi juga kekayaan alam yang masih terjaga.

Rombongan parade Dishut tampil dengan ornamen khas Dayak, atribut kehutanan, hingga pesan-pesan perlindungan lingkungan yang menyatu dalam semangat Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, mengatakan partisipasi pihaknya dalam FBIM merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menjaga budaya sekaligus memperkuat kesadaran menjaga hutan Kalimantan.

“Melalui karnaval ini kita ingin ikut memeriahkan ulang tahun Kalimantan Tengah ke-69. Semoga Kalteng makin maju, makin sejahtera, makin berkah, dan tetap bermartabat,” ujarnya.

Menurut Agustan, masyarakat Dayak sejak dahulu hidup berdampingan dengan alam. Karena itu, pelestarian budaya tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga hutan dan lingkungan hidup.

“Kita ingin generasi muda memahami bahwa hutan bukan hanya sumber ekonomi, tetapi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Kalimantan,” katanya.

Agustan berharap momentum FBIM menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus dibangun bersama dengan menjaga budaya dan alam.

“Harapan kita masyarakat Kalteng selalu bersyukur, hidup damai, bahagia, dan terus menjaga warisan daerah ini,” pungkasnya.

Karnaval FBIM 2026 sendiri diikuti seluruh kabupaten dan instansi di Kalimantan Tengah dengan menampilkan keberagaman budaya serta potensi daerah masing-masing. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PODSI dan KAGAMA Kalteng Didorong Jadi Kekuatan Baru Pembangunan Daerah

    PODSI dan KAGAMA Kalteng Didorong Jadi Kekuatan Baru Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Pelantikan pengurus baru PODSI dan KAGAMA Kalimantan Tengah bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Di balik acara tersebut, ada harapan agar dua organisasi ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga dan pembangunan daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mewakili Gubernur Kalteng menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga […]

  • Peresmian 1.179 SPPG dan Gudang Pangan Polri, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Daerah Digeber

    Peresmian 1.179 SPPG dan Gudang Pangan Polri, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Daerah Digeber

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 243
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tancap gas mendukung langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur layanan publik dan ketahanan pangan. Peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri dinilai menjadi “mesin baru” penggerak ekonomi daerah yang dampaknya langsung menyentuh lapangan kerja, logistik, hingga perputaran usaha […]

  • Target Taruna Tani Meleset Jauh, Pendaftar Baru 14 Persen

    Target Taruna Tani Meleset Jauh, Pendaftar Baru 14 Persen

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 24
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ambisi besar Kalimantan Tengah jadi lumbung pangan nasional ternyata belum diimbangi minat anak muda turun ke sawah. Pendaftaran calon Taruna Tani untuk Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian baru terisi 25 orang, alias cuma 14 persen dari target. Fakta ini terungkap saat Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, mewakili Gubernur Agustiar Sabran, […]

  • Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Di tengah perlambatan ekonomi global yang masih membayangi banyak negara besar, Indonesia justru mencatat lompatan pertumbuhan yang impresif. Pemerintah mengumumkan ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20—mengungguli sejumlah kekuatan ekonomi dunia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Arab Saudi. Capaian tersebut menjadi sorotan dalam rapat […]

  • Menjelang Ramadhan, Pemprov Kalteng Perketat Harga Pangan Lewat GPM Nasional 2026

    Menjelang Ramadhan, Pemprov Kalteng Perketat Harga Pangan Lewat GPM Nasional 2026

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 256
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat mengamankan harga pangan menjelang lonjakan permintaan Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemprov Kalteng mengikuti Pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional 2026 sebagai langkah konkret melawan potensi lonjakan harga dan permainan pasar jelang Ramadan dan Idulfitri di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Jumat (13/2/2026) pagi. […]

  • Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Carut-marut penataan ruang di Indonesia kembali menjadi sorotan. Tumpang tindih kewenangan lintas kementerian dinilai membuat arah pembangunan nasional berjalan tanpa sinkronisasi yang jelas, bahkan memicu konflik agraria, sengketa tenurial, hingga bencana ekologis di berbagai daerah. Sorotan tersebut mengemuka dari hasil reses Komite I DPD RI yang menghimpun berbagai persoalan tata ruang dari […]

expand_less