Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Polemik marka jalan biru di Kota Palangka Raya sejatinya bukan lagi sekadar soal cat yang memudar. Persoalan itu telah berkembang menjadi isu tentang transparansi, kualitas pekerjaan publik, dan cara pejabat merespons pertanyaan masyarakat.

Karena itu, publik tentu terkejut ketika Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, justru melontarkan kalimat bernada sinis kepada wartawan yang mempertanyakan polemik tersebut. “Sampean ini mau jadi provokator aja,” ucapnya sambil meninggalkan sesi wawancara. Potongan video itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi masyarakat.

Padahal, pertanyaan wartawan mengenai proyek pemerintah bukanlah provokasi. Itu adalah bagian dari fungsi kontrol publik dalam negara demokrasi. Apalagi proyek marka jalan tersebut menggunakan anggaran negara dan berada di ruang publik yang bisa dilihat, dinilai, dan dipertanyakan masyarakat kapan saja.

Yang menjadi persoalan bukan hanya soal ucapan itu sendiri, tetapi pesan yang ditangkap publik. Ketika pejabat publik mulai menganggap pertanyaan kritis sebagai provokasi, maka ruang demokrasi sedang bergerak ke arah yang berbahaya. Kritik dipandang sebagai gangguan, bukan sebagai pengingat.

DPRD memiliki fungsi pengawasan. Bahkan fungsi itu melekat kuat pada posisi Ketua DPRD sebagai representasi lembaga legislatif daerah. Maka, ketika muncul polemik terkait proyek pemerintah, publik justru berharap DPRD berdiri paling depan meminta penjelasan, mengevaluasi pekerjaan, dan memastikan anggaran digunakan secara benar.

Sebab masyarakat tidak sedang memperdebatkan warna biru semata. Publik mempertanyakan kualitas pekerjaan, efektivitas penggunaan anggaran, hingga alasan marka bisa cepat memudar. Pertanyaan-pertanyaan itu wajar dan sah dalam sistem pemerintahan yang terbuka.

Respons defensif justru berpotensi memperbesar ketidakpercayaan publik. Terlebih di era media sosial, satu kalimat pejabat dapat dengan cepat membentuk persepsi masyarakat terhadap cara kekuasaan menghadapi kritik.

Pejabat publik tentu boleh tidak nyaman dengan pertanyaan yang tajam. Namun jabatan publik memang menuntut kesiapan menghadapi kritik dan pengawasan. Sebab demokrasi tidak dibangun oleh pujian, melainkan oleh keberanian membuka ruang tanya.

Pada akhirnya, publik tidak membutuhkan pejabat yang alergi kritik. Publik membutuhkan pemimpin yang siap menjelaskan, mendengar, dan bertanggung jawab. Karena transparansi tidak lahir dari kemarahan terhadap pertanyaan, tetapi dari keberanian menjawabnya.

– OPINI REDAKSI

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMAN 1 Palangka Raya, dari SMA Bandar Veteran hingga Menjadi Sekolah Unggulan

    SMAN 1 Palangka Raya, dari SMA Bandar Veteran hingga Menjadi Sekolah Unggulan

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Di balik status sebagai salah satu sekolah tertua di Kalimantan Tengah, SMA Negeri 1 Palangka Raya menyimpan sejarah panjang yang jarang diketahui publik. Sekolah ini awalnya berdiri atas swadaya masyarakat pada 1959 dengan nama SMA Bandar Veteran, sebelum akhirnya resmi menyandang nama SMA Negeri 1 Palangka Raya. Kepala SMA Negeri 1 […]

  • Sengketa Lahan Belum Tuntas, DPRD Kalteng Tagih Tanggung Jawab PT Asmin

    Sengketa Lahan Belum Tuntas, DPRD Kalteng Tagih Tanggung Jawab PT Asmin

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Sengketa lahan yang menyeret nama PT Asmin Bara Baronang kembali menjadi sorotan. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, dewan secara terbuka mempertanyakan keseriusan perusahaan dalam menyelesaikan konflik dengan masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya menemukan titik akhir. Tak hanya persoalan lahan, DPRD juga mengangkat sejumlah […]

  • Dari Desa untuk Masa Depan: BBK 7 Unair Asah Literasi dan Numerasi Anak Sekolah

    Dari Desa untuk Masa Depan: BBK 7 Unair Asah Literasi dan Numerasi Anak Sekolah

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 111
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Lamongan – Upaya memperkuat fondasi pendidikan dasar terus digerakkan dari tingkat desa. Tim BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) hadir di Desa Bakalrejo dengan program bimbingan belajar (bimbel) yang menyasar peningkatan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar sepanjang Januari 2026. Program ini menjadi respons atas masih terbatasnya pendampingan belajar di luar jam sekolah, yang berdampak pada […]

  • 16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Memasuki usia ke-16 tahun, GERDAYAK Indonesia berupaya mempertegas perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga identitas budaya Dayak, tetapi juga ikut menyiapkan masyarakat menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan dunia kerja yang terus berubah. Ketua Umum DPP GERDAYAK Indonesia, Yansen A. Binti, mengatakan organisasi yang dipimpinnya kini fokus membangun kualitas sumber daya […]

  • PLN Jadwalkan Pemadaman Bergilir di Palangka Raya, Senin Ini 3 Agustus 2026

    PLN Jadwalkan Pemadaman Bergilir di Palangka Raya, Senin Ini 3 Agustus 2026

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Palangka Raya Timur dan ULP Palangka Raya Barat mengumumkan adanya gangguan kelistrikan yang berdampak pada sebagian pelanggan di Kota Palangka Raya. Akibat gangguan tersebut, pasokan listrik ke sejumlah wilayah dipadamkan sementara secara bergilir pada Senin (3/8/2026) mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Berdasarkan […]

  • Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT RI ke-81, Jadi Simbol Indonesia Berdaulat

    Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT RI ke-81, Jadi Simbol Indonesia Berdaulat

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah resmi mengunci identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Logo karya Fajar Novario, desainer asal Padang, Sumatera Barat, keluar sebagai pemenang dan akan menjadi simbol resmi seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan pada Agustus 2026. Peluncuran dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026), sekaligus menandai dimulainya persiapan nasional […]

expand_less