Jumat, 29 Mei 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Polemik marka jalan biru di Kota Palangka Raya sejatinya bukan lagi sekadar soal cat yang memudar. Persoalan itu telah berkembang menjadi isu tentang transparansi, kualitas pekerjaan publik, dan cara pejabat merespons pertanyaan masyarakat.

Karena itu, publik tentu terkejut ketika Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, justru melontarkan kalimat bernada sinis kepada wartawan yang mempertanyakan polemik tersebut. “Sampean ini mau jadi provokator aja,” ucapnya sambil meninggalkan sesi wawancara. Potongan video itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi masyarakat.

Padahal, pertanyaan wartawan mengenai proyek pemerintah bukanlah provokasi. Itu adalah bagian dari fungsi kontrol publik dalam negara demokrasi. Apalagi proyek marka jalan tersebut menggunakan anggaran negara dan berada di ruang publik yang bisa dilihat, dinilai, dan dipertanyakan masyarakat kapan saja.

Yang menjadi persoalan bukan hanya soal ucapan itu sendiri, tetapi pesan yang ditangkap publik. Ketika pejabat publik mulai menganggap pertanyaan kritis sebagai provokasi, maka ruang demokrasi sedang bergerak ke arah yang berbahaya. Kritik dipandang sebagai gangguan, bukan sebagai pengingat.

DPRD memiliki fungsi pengawasan. Bahkan fungsi itu melekat kuat pada posisi Ketua DPRD sebagai representasi lembaga legislatif daerah. Maka, ketika muncul polemik terkait proyek pemerintah, publik justru berharap DPRD berdiri paling depan meminta penjelasan, mengevaluasi pekerjaan, dan memastikan anggaran digunakan secara benar.

Sebab masyarakat tidak sedang memperdebatkan warna biru semata. Publik mempertanyakan kualitas pekerjaan, efektivitas penggunaan anggaran, hingga alasan marka bisa cepat memudar. Pertanyaan-pertanyaan itu wajar dan sah dalam sistem pemerintahan yang terbuka.

Respons defensif justru berpotensi memperbesar ketidakpercayaan publik. Terlebih di era media sosial, satu kalimat pejabat dapat dengan cepat membentuk persepsi masyarakat terhadap cara kekuasaan menghadapi kritik.

Pejabat publik tentu boleh tidak nyaman dengan pertanyaan yang tajam. Namun jabatan publik memang menuntut kesiapan menghadapi kritik dan pengawasan. Sebab demokrasi tidak dibangun oleh pujian, melainkan oleh keberanian membuka ruang tanya.

Pada akhirnya, publik tidak membutuhkan pejabat yang alergi kritik. Publik membutuhkan pemimpin yang siap menjelaskan, mendengar, dan bertanggung jawab. Karena transparansi tidak lahir dari kemarahan terhadap pertanyaan, tetapi dari keberanian menjawabnya.

OPINI REDAKSI

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalteng Tumbuh Lebih Cepat, Sinyal Ekonomi Daerah Makin Kuat

    Kalteng Tumbuh Lebih Cepat, Sinyal Ekonomi Daerah Makin Kuat

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2025 menunjukkan performa yang menjanjikan di tengah dinamika ekonomi regional. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan, Kalteng berhasil membukukan pertumbuhan yang relatif kuat, menjadi indikator penting keberlanjutan pembangunan lokal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa ekonomi Kalteng tumbuh sebesar 5,36 persen secara tahunan […]

  • Menjelang Ramadhan, Pemprov Kalteng Perketat Harga Pangan Lewat GPM Nasional 2026

    Menjelang Ramadhan, Pemprov Kalteng Perketat Harga Pangan Lewat GPM Nasional 2026

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 210
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat mengamankan harga pangan menjelang lonjakan permintaan Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemprov Kalteng mengikuti Pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional 2026 sebagai langkah konkret melawan potensi lonjakan harga dan permainan pasar jelang Ramadan dan Idulfitri di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Jumat (13/2/2026) pagi. […]

  • Presiden Soroti Layanan Kesehatan di Wilayah Perbatasan Indonesia

    Presiden Soroti Layanan Kesehatan di Wilayah Perbatasan Indonesia

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Kepulauan Talaud — Komitmen pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah terluar kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung Puskesmas Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pelayanan dasar bagi masyarakat di kawasan perbatasan masuk dalam prioritas pembangunan nasional. Di pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu, […]

  • 📢 Informasi Rekayasa Lalu Lintas Tambun Bungai Run 2025

    📢 Informasi Rekayasa Lalu Lintas Tambun Bungai Run 2025

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan Tambun Bungai Run 2025, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas pada Minggu, 21 Desember 2025 pagi di sejumlah ruas jalan yang dilintasi peserta lomba lari. 🚧 Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjamin keselamatan peserta, panitia, dan pengguna jalan lainnya. 👮‍♂️ Personel Satlantas Polresta Palangka Raya […]

  • Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruh kembali jadi borok tahunan. Ombudsman RI membuka fakta pahit: 652 aduan pekerja soal maladministrasi THR sepanjang 2023–2025 belum tuntas ditangani. Negara dinilai masih setengah hati melindungi hak normatif buruh, sementara perusahaan bandel terus mengulang pelanggaran menjelang THR 2026. Anggota Ombudsman RI Robert Na […]

  • Inflasi Kalimantan Tengah Masuk 10 Tertinggi Nasional

    Inflasi Kalimantan Tengah Masuk 10 Tertinggi Nasional

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak harga setelah inflasi daerah tercatat masuk dalam 10 tertinggi secara nasional. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti secara virtual dari Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (5/5/2026). Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas […]

expand_less