Kamis, 30 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Di tengah klaim membaiknya daya tukar petani di Kalimantan Tengah, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) justru mengungkap fakta lain yang patut menjadi perhatian. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) naik pada Mei 2026, keuntungan usaha petani belum tentu ikut meningkat.

BPS mencatat NTP Kalimantan Tengah naik tipis 0,21 persen, dari 139,43 pada April menjadi 139,72 pada Mei 2026. Namun pada saat yang sama, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP)—indikator yang menggambarkan kemampuan usaha tani setelah memperhitungkan biaya produksi—justru turun 0,95 persen, dari 145,94 menjadi 144,55.

Artinya, kenaikan harga hasil pertanian yang diterima petani masih dibayangi lonjakan biaya usaha yang terus menggerus keuntungan di tingkat lapangan.

Plt Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 1,66 persen, sedikit lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,45 persen.

“Secara umum NTP meningkat, tetapi NTUP mengalami penurunan. Ini menunjukkan adanya tekanan pada biaya produksi dan operasional usaha pertanian,” ujarnya saat memimpin rilis statistik di Kantor BPS Kalteng, Selasa (2/6/2026).

Data BPS menunjukkan kenaikan NTP terutama ditopang subsektor tanaman pangan yang melonjak 2,99 persen dan tanaman perkebunan rakyat yang naik 0,08 persen. Namun peningkatan tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi beban biaya usaha tani yang terus naik.

Di saat yang sama, masyarakat perdesaan juga menghadapi kenaikan biaya hidup. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 1,14 persen pada Mei 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 3,14 persen, disusul perumahan, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,05 persen serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,02 persen.

Kondisi ini menggambarkan bahwa petani memang menerima harga jual yang lebih baik, tetapi pengeluaran mereka juga semakin besar. Kenaikan ongkos produksi, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga berpotensi menggerus tambahan pendapatan yang diperoleh dari hasil panen.

Dengan kata lain, angka NTP yang naik belum otomatis mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani. Penurunan NTUP menjadi sinyal bahwa keuntungan usaha tani masih berada di bawah tekanan, sehingga perhatian pemerintah tidak cukup hanya menjaga harga komoditas, tetapi juga harus menekan biaya produksi yang terus membebani petani di pedesaan.

“Jika hasil panen naik tetapi biaya usaha naik lebih cepat, maka petani tetap sulit merasakan peningkatan kesejahteraan secara nyata.” (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendapatan Ngebut, Belanja APBD Kalteng Baru 53,29 Persen

    Pendapatan Ngebut, Belanja APBD Kalteng Baru 53,29 Persen

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 243
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 menunjukkan kinerja yang belum sepenuhnya seimbang antara pendapatan dan belanja. Data terbaru Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 6 Desember 2025 mencatat realisasi pendapatan daerah telah mencapai 66,24 persen, sementara […]

  • BMKG Ingatkan Warga Palangka Raya Waspada Hujan Lebat dan Petir Selasa Ini

    BMKG Ingatkan Warga Palangka Raya Waspada Hujan Lebat dan Petir Selasa Ini

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 196
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan potensi hujan lebat hingga disertai petir di Kota Palangka Raya pada Selasa (17/2/2026). Peringatan ini menyusul analisis dinamika atmosfer yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi cuaca dipengaruhi oleh keberadaan wilayah […]

  • Persiapan HUT Kalteng Dikebut, Sekda Tegas: Jangan Jadi Acara Seremonial Kosong

    Persiapan HUT Kalteng Dikebut, Sekda Tegas: Jangan Jadi Acara Seremonial Kosong

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 313
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tak ingin peringatan Hari Jadi ke-69 berjalan biasa-biasa saja. Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden secara tegas mengultimatum seluruh panitia agar bergerak cepat dan meninggalkan pola kerja lamban. Dalam rapat lanjutan yang digelar di Aula Bajakah, Kantor Gubernur, Senin (13/4/2026), Linae menyoroti langsung potensi keterlambatan jika koordinasi […]

  • Digitalisasi Daerah Tak Bisa Ditunda, Gubernur Kalteng Dorong Akselerasi PAD dan Transparansi

    Digitalisasi Daerah Tak Bisa Ditunda, Gubernur Kalteng Dorong Akselerasi PAD dan Transparansi

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kalimantan Selatan di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum, Rabu (15/04/2026). Forum ini menegaskan satu hal: digitalisasi bukan lagi wacana, tetapi keharusan jika daerah ingin keluar dari jebakan kebocoran dan rendahnya optimalisasi pendapatan. Pertemuan tersebut mempertemukan […]

  • Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan FAR diduga memiliki konflik kepentingan karena perusahaan yang memenangkan sejumlah proyek pemerintah merupakan milik keluarganya. “KPK menetapkan FAR selaku Bupati Pekalongan sebagai […]

  • Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan transportasi publik modern dengan meninjau langsung progres proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat. Mereka meninjau perkembangan konstruksi jalur lanjutan […]

expand_less