Di Tengah Tuntutan Menjaga Hutan, Ini Deretan Prestasi Kepala Dishut Kalteng
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Ming, 4 Jan 2026
- visibility 138
- comment 0 komentar

Foto ilustrasi.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Di saat sorotan publik terhadap isu deforestasi, konflik lahan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Dishut Kalteng) justru menutup tahun 2025 dengan catatan prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Sepanjang 2025, Dishut Kalteng meraih sejumlah penghargaan strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah. Capaian ini sekaligus menjadi penanda bahwa upaya menjaga hutan di wilayah dengan luas tutupan hutan terbesar di Indonesia bukan sekadar retorika, melainkan kerja konkret yang diakui.
Salah satu penghargaan bergengsi datang dari tingkat nasional. Dishut Kalteng dinobatkan sebagai Penyelenggara Penyuluhan Kehutanan Terbaik Tahun 2025 dalam Musyawarah Nasional Penyuluhan Kehutanan di Jakarta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan RI kepada Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining.
Agustan menegaskan, capaian tersebut merupakan buah kerja kolektif jajaran Dishut dalam memperkuat penyuluhan kehutanan dan pendampingan masyarakat sekitar hutan.
“Penyuluhan adalah jantung pengelolaan hutan lestari. Tanpa masyarakat, hutan tidak akan bertahan,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Tak hanya itu, Dishut Kalteng juga meraih Penghargaan Kategori Informatif pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025. Pengakuan ini menjadi sinyal bahwa sektor kehutanan—yang kerap dinilai tertutup—mulai bergerak menuju tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
Di tingkat daerah, Stand Dishut Kalteng pada Kalteng Expo 2025 mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Beragam produk hasil hutan lestari dan inovasi edukatif ditampilkan, menegaskan bahwa kehutanan tak selalu identik dengan eksploitasi, melainkan juga nilai tambah dan keberlanjutan.
Secara personal, Agustan Saining juga menerima Penghargaan Terbaik I Penilaian Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Efektif dari KLHK, yang diserahkan di Bogor pada Juli 2025. Penghargaan ini menegaskan peran strategis Dishut Kalteng dalam mendorong KPH yang tidak hanya efektif secara administrasi, tetapi juga berpihak pada masyarakat.
Di tengah tuntutan menjaga hutan Kalimantan sebagai paru-paru Indonesia, deretan penghargaan ini menjadi penegas: menjaga hutan bukan pekerjaan sunyi, dan kerja yang konsisten pada akhirnya akan menemukan pengakuannya. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar