Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah tahun 2025 mencapai 96,34 persen dari target. Capaian tersebut didorong oleh kinerja sejumlah jenis pajak yang berhasil melampaui target, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng, Anang Dirjo, mengatakan realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp340,51 miliar dari target Rp300,54 miliar atau sebesar 113,30 persen. Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi 115,78 persen dari target yang ditetapkan.

“Capaian ini menunjukkan tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor terus meningkat,” kata Anang Dirjo kepada wartawan di Palangka Raya, Rabu (7/1/2026).

Selain itu, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) juga melampaui target dengan realisasi Rp1,336 triliun atau 104,43 persen. Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tercatat mencapai 115,41 persen dari target, dengan realisasi Rp14,36 miliar.

Namun demikian, beberapa sektor pajak belum mencapai target. Pajak Air Permukaan terealisasi 72,18 persen, Pajak Rokok 89,48 persen, dan Pajak Alat Berat 93,80 persen.

Anang menjelaskan rendahnya penerimaan denda pajak kendaraan bermotor disebabkan kebijakan pemutihan denda dan pokok pajak yang diterapkan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut memberikan keringanan kepada masyarakat dengan nilai mencapai sekitar Rp60 miliar.

“Kebijakan pemutihan bertujuan menghapus tunggakan dan mendorong wajib pajak kembali aktif membayar pajak secara rutin,” ujarnya.

Untuk meningkatkan penerimaan pada 2026, Bapenda Kalteng akan memperluas digitalisasi pembayaran pajak, memperkuat pengawasan pajak bahan bakar melalui pemasangan CCTV, serta mengoptimalkan pemungutan pajak air permukaan dan pajak alat berat melalui pendataan dan regulasi baru.

Pemprov Kalteng menargetkan peningkatan PAD pada 2026 seiring penguatan sistem pemungutan dan meningkatnya kesadaran wajib pajak di seluruh kabupaten dan kota. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Kalteng Desak Pusat Perkuat Penanganan Karhutla Melalui DBH-DR

    Gubernur Kalteng Desak Pusat Perkuat Penanganan Karhutla Melalui DBH-DR

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Gubernur Kalimantan Tengah tampil lugas dan terbuka saat bertemu Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan itu, Gubernur secara tegas mendorong optimalisasi Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) agar benar-benar menyentuh persoalan krusial di daerah, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga penguatan […]

  • Mentan Ancam Periksa Ratusan Perusahaan Sawit, Harga TBS Petani Diduga Masih Ditekan DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah mulai menunjukkan sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang dinilai belum memberikan harga yang adil kepada petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengultimatum sekitar 270 hingga 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga masih membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga yang seharusnya, meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang menguat. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menemukan ketidaksesuaian antara tren kenaikan harga komoditas global dengan harga yang diterima petani di sejumlah daerah sentra sawit. Bersama Satgas Pangan Polri, Kementerian Pertanian kini menyiapkan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang belum mengikuti ketetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah. «“Kalau harga CPO dunia naik dan nilai tukar dolar juga menguat, tidak ada alasan harga TBS petani justru turun,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi nasional yang membahas stabilisasi harga sawit.» Data Kementerian Pertanian menunjukkan harga CPO global mengalami kenaikan sekitar 47 persen. Pada saat yang sama, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah meningkat lebih dari 10 persen. Namun di lapangan, harga TBS yang diterima petani di sejumlah wilayah justru sempat merosot hingga sekitar 17 persen. Kondisi tersebut memicu perhatian serius pemerintah karena menyangkut kehidupan jutaan keluarga petani sawit di Indonesia. Sedikitnya 15 juta petani dan pekerja sektor sawit bergantung pada stabilitas harga komoditas tersebut. Amran mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini dan meminta pemerintah memastikan petani memperoleh haknya secara adil. Hasil evaluasi sementara menunjukkan sekitar 70 persen harga TBS di berbagai daerah telah mengalami pemulihan. Namun pemerintah menilai masih ada perusahaan yang belum menyesuaikan harga sesuai ketentuan. «“Data perusahaan yang belum patuh akan kami serahkan kepada aparat untuk ditindaklanjuti,” kata Amran.» Pemerintah menegaskan penertiban ini bukan untuk menghambat dunia usaha, melainkan menciptakan tata niaga sawit yang lebih sehat. Dengan harga yang adil di tingkat petani, Indonesia diyakini dapat memperkuat posisi sebagai produsen sawit terbesar dunia sekaligus mempercepat agenda hilirisasi dan pengembangan bioenergi nasional.

    Mentan Ancam Periksa Ratusan Perusahaan Sawit, Harga TBS Petani Harus Naik

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah mulai menunjukkan sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang dinilai belum memberikan harga yang adil kepada petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengultimatum sekitar 270 hingga 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga masih membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga yang seharusnya, meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang menguat. […]

  • Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun di tengah melimpahnya produksi sawit, masyarakat justru harus membeli minyak goreng bersubsidi Minyakita dengan harga yang jauh di atas ketentuan pemerintah. Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, S.St.Pi., menyoroti kondisi tersebut setelah menemukan harga Minyakita […]

  • Prabowo Turun ke Dapur Gizi Nasional, Pastikan Program MMBG Tidak Berhenti

    Prabowo Turun ke Dapur Gizi Nasional, Pastikan Program MMBG Tidak Berhenti

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta, Selasa (02/06/2026). Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin program prioritas nasional itu hanya berjalan di atas laporan, tetapi benar-benar terwujud dari hulu hingga hilir. Sejak awal masa pemerintahannya, Prabowo menempatkan […]

  • Ricuh di Depan Kantor Gubernur Kalteng! Mahasiswa Nekat Panjat Pagar, Agustiar Sabran Kemana?

    Ricuh di Depan Kantor Gubernur Kalteng! Mahasiswa Nekat Panjat Pagar, Agustiar Sabran Kemana?

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 40
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Situasi memanas di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan G. Obos, Palangka Raya, Senin (31/8/2026) sore. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan menggelar unjuk rasa menuntut pemerintah provinsi bersikap tegas menangani bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung usai. Aksi yang digelar sejak siang […]

  • Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Rencana pemerintah memangkas target produksi bijih nikel nasional pada 2026 dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi industri pertambangan nikel di Indonesia. Kebijakan tersebut diperkirakan mendorong pemulihan harga nikel global sekaligus memperbaiki profitabilitas penambang lokal yang sempat tertekan akibat kelebihan pasokan. Analis menilai pengurangan target produksi bijih nikel dari 379 juta ton pada […]

expand_less