Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » APBD Kalteng Terjun Bebas 34,71 Persen, Pemprov Dipaksa Pangkas Ambisi Pembangunan 2026

APBD Kalteng Terjun Bebas 34,71 Persen, Pemprov Dipaksa Pangkas Ambisi Pembangunan 2026

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Realitas pahit fiskal menghantam Kalimantan Tengah pada 2026. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng anjlok tajam hingga 34,71 persen. Dari sebelumnya Rp8,3 triliun pada 2025, kini hanya tersisa sekitar Rp5,4 triliun. Kondisi ini memaksa Pemerintah Provinsi Kalteng mengerem ambisi dan mengerucutkan arah pembangunan secara ketat.

Penurunan drastis ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ruang gerak keuangan daerah menyempit, sementara tuntutan pelayanan publik dan pembangunan terus menumpuk. Pemprov Kalteng tak punya banyak pilihan selain melakukan penyisiran anggaran dan memangkas belanja yang dinilai tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, secara terbuka mengakui situasi tersebut. Ia menegaskan pembangunan ke depan harus berbasis skala prioritas yang benar-benar berdampak.

“Belanja harus dipilah. Mana yang betul-betul dirasakan masyarakat, mana yang bisa ditunda atau bahkan dihentikan,” tegas Leonard usai menghadiri kegiatan di Kantor Perwakilan BPK RI di Palangka Raya, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur strategis menjadi benteng terakhir yang tetap dipertahankan. Di luar itu, belanja rutin, kegiatan seremonial, hingga program nonprioritas terancam dipangkas.

“Kondisi ini menuntut disiplin anggaran. Tidak ada ruang untuk pemborosan,” ujarnya.

Senada, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menegaskan Pemprov harus bergerak cepat dan adaptif, sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Efisiensi, kata dia, menjadi kata kunci dalam menjaga APBD tetap sehat.

“Kita tekan perjalanan dinas, rapat-rapat, dan biaya operasional yang tidak mendesak. Fokus kita adalah pelayanan publik,” kata Edy.

Namun, di tengah pengetatan belanja, Pemprov Kalteng juga dituntut lebih agresif menggali pendapatan asli daerah. Edy mendorong optimalisasi pajak sektor usaha, penguatan BUMD, serta percepatan penyerapan anggaran agar ekonomi daerah tidak ikut stagnan.

APBD boleh menyusut, tetapi tanggung jawab negara kepada rakyat tak boleh ikut dipangkas. Tahun 2026 menjadi ujian nyata: apakah Pemprov Kalteng mampu membuktikan efisiensi tanpa mengorbankan kesejahteraan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

    DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 357
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Antrian panjang bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah kini memantik alarm serius di parlemen daerah. DPRD Kalteng mendesak pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan, setelah muncul dugaan kuat bahwa persoalan bukan sekadar lonjakan konsumsi, melainkan berkurangnya pasokan BBM di lapangan. Wakil Ketua III DPRD […]

  • Jalur Prioritas Lansia dan Ojol di Tengah Krisis BBM Palangka Raya — Solusi Manis yang Berisiko Pahit

    Jalur Prioritas Lansia dan Ojol di Tengah Krisis BBM Palangka Raya — Solusi Manis yang Berisiko Pahit

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Kelangkaan bahan bakar minyak yang melanda Palangka Raya beberapa waktu terakhir bukan lagi sekadar keluhan warganet di media sosial, melainkan persoalan nyata yang menyentuh denyut ekonomi harian masyarakat. Antrean yang mengular hingga ke badan jalan, sebagaimana terlihat di sejumlah SPBU seperti Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tjilik Riwut, telah memaksa Pemerintah Kota Palangka Raya turun […]

  • Fakta Unik Indonesia, 1.126 Penduduknya Tercatat Pakai Nama Tokoh Anime

    Fakta Unik Indonesia, 1.126 Penduduknya Tercatat Pakai Nama Tokoh Anime

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Nama tokoh anime ternyata digunakan oleh sejumlah penduduk Indonesia. Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat 12 nama yang berkaitan dengan karakter anime digunakan oleh masyarakat. Fakta tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester […]

  • Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Tak Boleh Bocor

    Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Tak Boleh Bocor

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus menjadi kekuatan nasional yang sepenuhnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Penegasan itu disampaikan Presiden saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara […]

  • DPRD Kalteng Prioritaskan Raperda Konflik Pertanahan Pada Sidang II 2026

    DPRD Kalteng Prioritaskan Raperda Konflik Pertanahan Pada Sidang II 2026

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggeber agenda Masa Persidangan II Tahun 2026. Melalui Rapat Badan Musyawarah (Banmus), DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyusun ulang jadwal kegiatan legislatif, dengan Raperda Konflik Pertanahan muncul sebagai salah satu isu paling krusial yang akan dibahas dalam waktu dekat. Rapat Banmus berlangsung di Ruang Rapat […]

  • Pancasila Tidak Boleh Kalah oleh Korupsi

    Pancasila Tidak Boleh Kalah oleh Korupsi

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ketika perang, krisis ekonomi, dan persaingan geopolitik membentuk tatanan global baru, Indonesia memilih kembali meneguhkan pijakan pada fondasi yang telah menyatukan bangsa selama puluhan tahun. Dari Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (01/06/2026), Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh kepentingan sesaat, […]

expand_less