Pancasila Tidak Boleh Kalah oleh Korupsi
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 2 Jun 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres.
DAYABORNEO, Jakarta — Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ketika perang, krisis ekonomi, dan persaingan geopolitik membentuk tatanan global baru, Indonesia memilih kembali meneguhkan pijakan pada fondasi yang telah menyatukan bangsa selama puluhan tahun.
Dari Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (01/06/2026), Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh kepentingan sesaat, melainkan oleh nilai-nilai Pancasila yang lahir dari sejarah dan jati diri bangsa sendiri.
Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81, Presiden menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar warisan para pendiri bangsa, melainkan pedoman yang harus menjadi dasar setiap kebijakan negara, termasuk dalam membangun sistem ekonomi nasional.
Menurut Prabowo, Pancasila merupakan konsensus besar yang memungkinkan Indonesia tetap berdiri sebagai satu bangsa meski terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya yang berbeda.
“Pancasila adalah konsensus agung yang memungkinkan bangsa kita hidup dalam satu negara dan satu bangsa,” tegas Presiden.
Namun, Prabowo mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi sama seperti delapan dekade lalu. Jika dahulu Indonesia berjuang merebut kemerdekaan, kini perjuangan terbesar adalah memastikan kemerdekaan itu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Karena itu, Presiden menegaskan bahwa tugas sejarah pemerintahannya adalah melakukan transformasi ekonomi menuju sistem yang benar-benar berlandaskan Pancasila.
“Tugas sejarah saya sebagai Presiden ke-8 adalah melakukan transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” ujarnya.
Prabowo menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan hanya menjadi sumber keuntungan bagi segelintir pihak. Ia juga mengingatkan bahwa agenda perubahan tersebut tidak akan berjalan tanpa tantangan.
Korupsi, penyelundupan, dan berbagai praktik ekonomi ilegal, menurut Presiden, masih menjadi ancaman nyata terhadap cita-cita keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.
“Kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok yang suka korupsi, penyelundupan, dan tindakan ekonomi ilegal,” katanya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bangsa yang besar tidak boleh takut mengambil keputusan sulit. Baginya, Pancasila harus menjadi kekuatan yang mengarahkan Indonesia menuju negara yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.
Di usia ke-81 tahun, Pancasila kembali ditegaskan bukan sekadar simbol negara, melainkan senjata moral untuk memastikan kekayaan bangsa kembali kepada rakyat dan masa depan Indonesia tetap berada di tangan bangsa Indonesia sendiri. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar