Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Pancasila Tidak Boleh Kalah oleh Korupsi

Pancasila Tidak Boleh Kalah oleh Korupsi

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ketika perang, krisis ekonomi, dan persaingan geopolitik membentuk tatanan global baru, Indonesia memilih kembali meneguhkan pijakan pada fondasi yang telah menyatukan bangsa selama puluhan tahun.

Dari Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (01/06/2026), Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh kepentingan sesaat, melainkan oleh nilai-nilai Pancasila yang lahir dari sejarah dan jati diri bangsa sendiri.

Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81, Presiden menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar warisan para pendiri bangsa, melainkan pedoman yang harus menjadi dasar setiap kebijakan negara, termasuk dalam membangun sistem ekonomi nasional.

Menurut Prabowo, Pancasila merupakan konsensus besar yang memungkinkan Indonesia tetap berdiri sebagai satu bangsa meski terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya yang berbeda.

“Pancasila adalah konsensus agung yang memungkinkan bangsa kita hidup dalam satu negara dan satu bangsa,” tegas Presiden.

Namun, Prabowo mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi sama seperti delapan dekade lalu. Jika dahulu Indonesia berjuang merebut kemerdekaan, kini perjuangan terbesar adalah memastikan kemerdekaan itu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Karena itu, Presiden menegaskan bahwa tugas sejarah pemerintahannya adalah melakukan transformasi ekonomi menuju sistem yang benar-benar berlandaskan Pancasila.

“Tugas sejarah saya sebagai Presiden ke-8 adalah melakukan transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan hanya menjadi sumber keuntungan bagi segelintir pihak. Ia juga mengingatkan bahwa agenda perubahan tersebut tidak akan berjalan tanpa tantangan.

Korupsi, penyelundupan, dan berbagai praktik ekonomi ilegal, menurut Presiden, masih menjadi ancaman nyata terhadap cita-cita keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.

“Kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok yang suka korupsi, penyelundupan, dan tindakan ekonomi ilegal,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bangsa yang besar tidak boleh takut mengambil keputusan sulit. Baginya, Pancasila harus menjadi kekuatan yang mengarahkan Indonesia menuju negara yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

Di usia ke-81 tahun, Pancasila kembali ditegaskan bukan sekadar simbol negara, melainkan senjata moral untuk memastikan kekayaan bangsa kembali kepada rakyat dan masa depan Indonesia tetap berada di tangan bangsa Indonesia sendiri. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pernyataan bahwa penindakan kejahatan kehutanan bukan kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) patut dikritisi secara serius. Dalam konteks kerusakan hutan yang kian masif, narasi semacam ini justru berisiko memperlemah kehadiran negara di sektor yang paling rentan terhadap kejahatan terorganisir. Negara tidak pernah merancang sistem perlindungan hutan sebagai mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Dalam kerangka hukum kehutanan, […]

  • Wagub Kalteng Tegaskan Domino Bukan Lagi Permainan Biasa: ORADO Harus Cetak Prestasi Nasional

    Wagub Kalteng Tegaskan Domino Bukan Lagi Permainan Biasa: ORADO Harus Cetak Prestasi Nasional

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menegaskan bahwa domino tidak bisa lagi dipandang sebagai sekadar permainan santai. Melalui pelantikan pengurus Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalteng, pemerintah mendorong transformasi serius menuju olahraga prestasi yang siap bersaing di level nasional. Pelantikan pengurus ORADO provinsi hingga kabupaten/kota ini menjadi titik awal penguatan organisasi […]

  • Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang layak direnungkan ketika melihat utang Amerika Serikat yang mendekati US$40 triliun: seberapa lama sebuah negara bisa terus menambah utang sebelum bunga utangnya sendiri mulai menggerus ruang geraknya? Pertanyaan itu bukan sekadar persoalan Amerika Serikat. Ketika ekonomi terbesar dunia harus mengeluarkan lebih dari US$3 miliar setiap hari hanya untuk membayar bunga utang, […]

  • PKB Gandeng ITSNU, Rahmanto Tancap Gas Bangun Kader Intelektual di Kalteng

    PKB Gandeng ITSNU, Rahmanto Tancap Gas Bangun Kader Intelektual di Kalteng

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 328
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Kalimantan Tengah mulai memetakan langkah politik yang tak biasa. Bukan hanya fokus pada konsolidasi organisasi, partai berlambang bola dunia itu kini serius membangun fondasi intelektual kader melalui kerja sama strategis dengan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan. Keseriusan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman […]

  • Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

    Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 223
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Di balik jargon pembangunan dan investasi, kerusakan hutan Indonesia terus menyisakan pertanyaan mendasar: siapa yang sebenarnya diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung akibatnya? Data terbaru menunjukkan, kerusakan kawasan hutan bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga lubang besar dalam keuangan negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, potensi kerugian negara akibat kerusakan hutan mencapai […]

  • Rakerda APDESI Harus Lahirkan Solusi bagi Pembangunan Desa

    Rakerda APDESI Harus Lahirkan Solusi bagi Pembangunan Desa

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah, Kabupaten Katingan menaruh harapan besar kepada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Dialog Interaktif DPD APDESI Kalimantan Tengah Tahun 2026 sebagai forum untuk mencari terobosan baru dalam pembangunan desa. Pemerintah Kabupaten Katingan menilai tantangan yang dihadapi desa saat ini semakin kompleks. Selain dituntut […]

expand_less