Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus CPO–POME

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus CPO–POME

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • visibility 243
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Penegakan hukum di sektor komoditas strategis nasional kembali menguat. Kejaksaan Agung membuka tabir dugaan praktik manipulasi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya yang diduga berlangsung secara sistematis selama periode 2022 hingga 2024.

Melalui penyidikan yang berjalan intensif, Tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Mereka berasal dari dua lingkar penting, yakni penyelenggara negara dan pelaku usaha di sektor industri dan ekspor sawit.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan rangkaian perbuatan yang diduga menyimpang dari kebijakan pengendalian ekspor nasional.

“Penyidik menilai telah terdapat alat bukti yang cukup untuk menetapkan 11 orang sebagai tersangka,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (10/2/2026) malam.

Penyidikan mengungkap dugaan perubahan klasifikasi barang ekspor. Produk yang hakikatnya merupakan CPO berkadar asam tinggi diduga dicatat sebagai palm oil mill effluent (POME) atau Palm Acid Oil (PAO), yang memiliki perlakuan kepabeanan berbeda.

Perubahan klasifikasi tersebut diduga digunakan untuk menghindari kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), Bea Keluar, serta pungutan dana sawit.

“Kebijakan pengendalian ekspor sawit diberlakukan untuk melindungi kepentingan nasional, terutama stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri. Dugaan penyimpangan ini justru berpotensi merusak tujuan kebijakan tersebut,” kata Syarief.

Selain manipulasi administratif, penyidik juga mendalami dugaan adanya pemberian imbalan kepada oknum tertentu agar proses perizinan dan pengawasan ekspor tetap diloloskan. Pola tersebut dinilai membuka ruang kerugian negara sekaligus melemahkan tata kelola sektor sawit.

Terkait dampak finansial, Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara masih dalam tahap penghitungan. “Perkiraan sementara menunjukkan potensi kerugian atau kehilangan penerimaan negara berada di kisaran Rp10 sampai Rp14 triliun,” jelas Syarief.

Ia menegaskan, nilai tersebut belum mencakup dampak lanjutan terhadap perekonomian nasional yang masih dikaji oleh tim auditor. Kejaksaan Agung memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dan memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan komoditas strategis nasional. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awal 2026, Presiden Tinjau Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang

    Awal 2026, Presiden Tinjau Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 182
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Aceh Tamiang — Mengawali hari pertama Tahun 2026, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat terdampak bencana. Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi prioritas utama agar warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan 600 unit pertama dari total […]

  • Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa Didorong Jadi Basis Baru Ekonomi Nasional

    Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa Didorong Jadi Basis Baru Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jawa Tengah – Pemerintah mulai mempercepat transformasi ekonomi desa melalui pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menandai dimulainya aktivitas koperasi secara serentak di dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari total jumlah yang dioperasikan, sebanyak 530 koperasi berada […]

  • Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun di tengah melimpahnya produksi sawit, masyarakat justru harus membeli minyak goreng bersubsidi Minyakita dengan harga yang jauh di atas ketentuan pemerintah. Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, S.St.Pi., menyoroti kondisi tersebut setelah menemukan harga Minyakita […]

  • Presiden Prabowo Tekankan Polri Harus Setia kepada Rakyat

    Presiden Prabowo Tekankan Polri Harus Setia kepada Rakyat

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korps Brigade Mobil (Korbrimob), Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Kehadiran Kepala Negara menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap penguatan institusi Kepolisian Republik Indonesia di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks. Dalam upacara tersebut, Presiden […]

  • Sejarah Singkat Lahirnya Kabupaten Murung Raya

    Sejarah Singkat Lahirnya Kabupaten Murung Raya

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • account_circle Neha
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Kabupaten Murung Raya merupakan salah satu daerah otonom termuda di Provinsi Kalimantan Tengah. Meski baru berdiri pada awal abad ke-21, wilayah ini memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Kabupaten Barito Utara serta perkembangan kawasan pedalaman Pulau Kalimantan. Secara resmi, Kabupaten Murung Raya dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten […]

  • Reforma Agraria Kalteng Disorot, DPR RI Tekan Perlindungan Hak Rakyat

    Reforma Agraria Kalteng Disorot, DPR RI Tekan Perlindungan Hak Rakyat

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 348
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Isu agraria kembali menjadi sorotan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI di Kalimantan Tengah. Pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Kamis (23/4/2026), mempertemukan Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam satu forum koordinasi lintas level pemerintahan. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, […]

expand_less