APBD Kalteng 2026 Ditetapkan Rp5,4 Triliun
- account_circle fe
- calendar_month Sab, 20 Des 2025
- visibility 174
- comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5,4 triliun. Penetapan tersebut tertuang melalui Berita Acara Persetujuan Bersama Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kalteng 2026 yang disepakati dalam rapat paripurna bersama DPRD Kalteng.
Penetapan anggaran tahun depan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan berbagai program strategis, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal yang masih ketat. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh alokasi belanja harus diarahkan pada kebutuhan prioritas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan struktur APBD 2026, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp5,1 triliun lebih, sementara belanja daerah ditetapkan sebesar Rp5,4 triliun lebih. Dengan demikian, APBD Kalteng mengalami defisit sekitar Rp333 miliar lebih. Defisit tersebut ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang juga sebesar Rp333 miliar lebih, sehingga pembiayaan netto berada pada posisi yang sama.
Pemerintah provinsi menyebutkan bahwa kondisi anggaran yang terbatas menuntut tata kelola yang lebih disiplin dan akuntabel. Fokus belanja diarahkan pada peningkatan pelayanan publik, penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pengendalian inflasi daerah.
“Dengan anggaran yang terbatas, harus dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan optimal untuk kepentingan masyarakat. Setiap rupiah uang rakyat wajib kita pertanggungjawabkan penggunaannya,” tegas Wagub Kalteng Edy Pratowo beberapa waktu lalu.
Melalui APBD ini, pemerintah berharap akselerasi pembangunan dapat tetap berjalan, terutama untuk mendorong pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan pondasi fiskal daerah. Tahun 2026 disebut sebagai momentum konsolidasi pembangunan, sekaligus penguatan kapasitas fiskal di tengah dinamika ekonomi nasional. (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar