Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, optimisme Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2026 patut diapresiasi. Saat banyak daerah mulai waspada terhadap ancaman perlambatan ekonomi dunia, Kalimantan Tengah justru melihat peluang untuk tetap tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian, hilirisasi industri, dan investasi daerah.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Kalimantan Tengah memiliki modal sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini juga mulai bergerak menuju penguatan industri pengolahan agar tidak terus bergantung pada penjualan bahan mentah.

Namun pertanyaannya, apakah optimisme itu cukup?

Jawabannya tentu tidak. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti hanya pada angka statistik dan laporan pemerintah. Masyarakat membutuhkan dampak nyata: harga kebutuhan pokok stabil, lapangan kerja tersedia, daya beli terjaga, dan peluang usaha semakin terbuka.

Di sinilah tantangan terbesar pemerintah daerah sebenarnya dimulai.

Kalimantan Tengah masih menghadapi sejumlah persoalan klasik, mulai dari ketimpangan infrastruktur antarwilayah, tingginya biaya distribusi barang, keterbatasan akses ekonomi desa, hingga ketergantungan pada sektor ekstraktif. Jika tidak diantisipasi serius, pertumbuhan ekonomi berisiko hanya dinikmati kelompok tertentu tanpa menyentuh masyarakat bawah.

Karena itu, penguatan sektor pangan menjadi langkah penting. Ketahanan pangan bukan lagi sekadar program pertanian, melainkan benteng menghadapi ancaman krisis global. Kalteng memiliki potensi besar menjadi lumbung pangan nasional, tetapi membutuhkan keberanian mempercepat modernisasi pertanian, hilirisasi hasil panen, serta perlindungan terhadap petani lokal.

Selain itu, pengembangan UMKM dan ekonomi digital juga harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar slogan. Pemerintah perlu memastikan pelaku usaha kecil mendapat akses pembiayaan, pelatihan, hingga pasar yang jelas agar mampu bertahan di tengah persaingan ekonomi yang semakin keras.

Optimisme ekonomi 2026 harus diterjemahkan dalam kerja konkret dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Kalimantan Tengah punya peluang besar. Tinggal bagaimana pemerintah mampu mengubah potensi itu menjadi kesejahteraan yang nyata dan merata.

— Opini Redaksi DAYA BORNEO

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima LHP BPK, Wagub Kalteng Pasang Garis Keras: Temuan Harus Dituntaskan, Bukan Disimpan di Laci

    Terima LHP BPK, Wagub Kalteng Pasang Garis Keras: Temuan Harus Dituntaskan, Bukan Disimpan di Laci

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali diuji soal integritas dan keberanian bersih-bersih tata kelola. Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalteng, di Aula BPK setempat, Jumat (30/1/2026). LHP itu bukan laporan biasa. BPK menguliti pengelolaan lingkungan hidup dan […]

  • Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DAYANORNEO, Palangka Raya – Alat berat mulai bekerja. Dinding yang selama puluhan tahun berdiri kokoh kini rata dengan tanah. Gedung Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, yang menjadi saksi lahirnya berbagai kebijakan pengelolaan hutan, kini hanya menyisakan kenangan. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya pembongkaran sebuah bangunan. Namun bagi Kalimantan Tengah, hilangnya gedung tersebut menyimpan pertanyaan […]

  • IGD Diduga Kewalahan, DPRD Kalteng Didesak Sidak RSUD Doris Sylvanus

    IGD Diduga Kewalahan, DPRD Kalteng Didesak Sidak RSUD Doris Sylvanus

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 178
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Sorotan tajam mengarah ke layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Doris Sylvanus. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim secara terbuka mendesak DPRD Provinsi Kalimantan Tengah untuk tidak tinggal diam dan segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak). Desakan itu bukan tanpa alasan. Arif menyebut kondisi IGD kerap dipenuhi […]

  • APBD Kalteng 2026 Ditetapkan Rp5,4 Triliun

    APBD Kalteng 2026 Ditetapkan Rp5,4 Triliun

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 192
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5,4 triliun. Penetapan tersebut tertuang melalui Berita Acara Persetujuan Bersama Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kalteng 2026 yang disepakati dalam rapat paripurna bersama DPRD Kalteng. Penetapan anggaran tahun depan menjadi dasar bagi […]

  • Pimpinan DPRD Kalteng Ikuti Retret Nasional di Akmil

    Pimpinan DPRD Kalteng Ikuti Retret Nasional di Akmil

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 193
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia mengikuti retret nasional di Akademi Militer, Magelang, pada 15–19 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat integritas kepemimpinan sekaligus menyelaraskan arah pembangunan pusat dan daerah. Sebanyak 478 pimpinan parlemen daerah ambil bagian dalam agenda yang diinisiasi oleh Lembaga Ketahanan Nasional tersebut. Dari Kalimantan Tengah, […]

  • Gas Melon Langka, Stok Aman: Siapa Bermain di Balik Distribusi Elpiji 3 Kg?

    Gas Melon Langka, Stok Aman: Siapa Bermain di Balik Distribusi Elpiji 3 Kg?

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali memicu tanda tanya besar di Kalimantan Tengah. Di satu sisi, pemerintah memastikan stok dan kuota distribusi dalam kondisi aman. Namun di sisi lain, masyarakat tetap kesulitan mendapatkan gas subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah. Kondisi yang bertolak belakang itu kini menjadi sorotan Dinas […]

expand_less