Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » DPRD Kalteng Bongkar Problem Perkebunan, Konflik Lahan Baru Tertangani 26 Persen

DPRD Kalteng Bongkar Problem Perkebunan, Konflik Lahan Baru Tertangani 26 Persen

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti keras carut-marut tata kelola sektor perkebunan di Kalimantan Tengah. Dalam evaluasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025, legislatif menilai penyelesaian konflik perkebunan berjalan lambat, sementara pengawasan terhadap perusahaan besar swasta masih menyisakan banyak persoalan di lapangan.

Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, Senin (11/5/2026), saat DPRD membeberkan berbagai catatan strategis terhadap kinerja pemerintah provinsi.

Juru Bicara DPRD Kalteng, H. Sudarsono, mengungkapkan bahwa progres penyelesaian konflik perkebunan hingga kini baru mencapai 26,31 persen. Angka tersebut dinilai belum menunjukkan langkah signifikan di tengah tingginya potensi konflik agraria di wilayah perkebunan sawit Kalimantan Tengah.

“Penyelesaian konflik perkebunan harus dipercepat dan dilakukan lebih serius. Pemerintah juga perlu memperkuat perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” ujar Sudarsono.

DPRD menilai sektor perkebunan selama ini lebih banyak berorientasi pada produksi dan investasi, sementara aspek perlindungan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan belum sepenuhnya menjadi prioritas utama.

Tak hanya itu, DPRD juga menyinggung lambannya proses sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dianggap penting untuk memastikan perusahaan sawit menjalankan prinsip tata kelola berkelanjutan.

Dalam laporan tersebut, DPRD turut mengingatkan pemerintah agar tidak lemah dalam menegakkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Perkebunan Berkelanjutan, terutama terkait kewajiban perusahaan membangun kebun plasma 20 persen untuk masyarakat sekitar.

“Ketentuan plasma wajib ditegakkan secara konsisten. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.

Selain persoalan plasma, DPRD juga menyoroti aktivitas perusahaan perkebunan yang masih melakukan penanaman di kawasan sempadan sungai atau buffer zone. Kondisi itu dinilai berpotensi mengancam lingkungan serta memperbesar risiko kerusakan kawasan penyangga sungai di Kalimantan Tengah.

DPRD meminta Pemprov Kalteng memperkuat pengawasan terhadap PBS dan memastikan seluruh aktivitas perkebunan berjalan sesuai aturan lingkungan hidup.

Legislatif menegaskan evaluasi terhadap sektor perkebunan tidak boleh berhenti sebatas laporan administratif, melainkan harus diwujudkan melalui langkah konkret untuk menyelesaikan konflik lahan, melindungi hak masyarakat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan daerah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Genjot Hilirisasi, 13 Proyek Baru Siap Jalan

    Prabowo Genjot Hilirisasi, 13 Proyek Baru Siap Jalan

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 187
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mempercepat agenda hilirisasi nasional dengan mendorong pembangunan proyek baru di 13 lokasi strategis di Indonesia. Langkah ini dibahas dalam pertemuan bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di Kediaman Hambalang, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). Pertemuan tersebut menyoroti perkembangan program hilirisasi yang kini memasuki tahap […]

  • Pejabat Kemenhub Terjaring OTT Jaksa, Uang Rp143 Juta Disita

    Pejabat Kemenhub Terjaring OTT Jaksa, Uang Rp143 Juta Disita

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palembang — Praktik yang diduga menjadikan pelayanan pelabuhan sebagai mesin uang akhirnya terbongkar. Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menangkap Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, berinisial IM, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan pengurusan dokumen pelayaran kapal. Penangkapan yang dilakukan Kamis (5/6/2026) itu […]

  • Presiden Prabowo Hadiri Akad Massal KPR FLPP 2025

    Presiden Prabowo Hadiri Akad Massal KPR FLPP 2025

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Bandar Serang – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui pelaksanaan Akad Massal 50.030 unit KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2025 yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan yang digelar secara hybrid dari Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025), […]

  • Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun di tengah melimpahnya produksi sawit, masyarakat justru harus membeli minyak goreng bersubsidi Minyakita dengan harga yang jauh di atas ketentuan pemerintah. Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, S.St.Pi., menyoroti kondisi tersebut setelah menemukan harga Minyakita […]

  • BMKG Ingatkan Warga Palangka Raya Waspada Hujan Lebat dan Petir Selasa Ini

    BMKG Ingatkan Warga Palangka Raya Waspada Hujan Lebat dan Petir Selasa Ini

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 194
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan potensi hujan lebat hingga disertai petir di Kota Palangka Raya pada Selasa (17/2/2026). Peringatan ini menyusul analisis dinamika atmosfer yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi cuaca dipengaruhi oleh keberadaan wilayah […]

  • Awal 2026, Presiden Tinjau Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang

    Awal 2026, Presiden Tinjau Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Aceh Tamiang — Mengawali hari pertama Tahun 2026, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat terdampak bencana. Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi prioritas utama agar warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan 600 unit pertama dari total […]

expand_less