Kecelakaan Lalu Lintas Nataru 2026 di Kalteng Turun 16 Persen
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- visibility 86
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah bersama instansi terkait
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelaksanaan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kalimantan Tengah mencatat capaian positif pada aspek keselamatan lalu lintas. Selama periode Nataru, angka kecelakaan lalu lintas tercatat menurun sebesar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) yang dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, di Aula Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (13/01/2026).
Rapat evaluasi tersebut melibatkan seluruh unsur terkait dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan guna mengevaluasi efektivitas pengamanan, pengawasan, serta pelayanan transportasi selama masa libur panjang Nataru.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, menyebut penurunan angka kecelakaan menjadi indikator keberhasilan sinergi antarinstansi dan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas.
“Selama Posko Angkutan Nataru berlangsung, kami mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas hingga 16 persen. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dan upaya pencegahan yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata,” kata Yulindra.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah strategis turut berkontribusi terhadap capaian tersebut, mulai dari penguatan pengawasan di titik rawan kecelakaan, pengaturan arus lalu lintas, hingga optimalisasi peran posko terpadu di berbagai wilayah.
Di sisi lain, Dishub Kalteng juga mencatat peningkatan penggunaan angkutan umum selama Nataru. Kondisi ini dinilai turut mengurangi kepadatan lalu lintas dan potensi kecelakaan di jalur-jalur utama.
Hasil evaluasi FLLAJ ini sekaligus menjadi bahan persiapan bagi penyelenggaraan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026. Dishub Kalteng bersama instansi terkait berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan capaian keselamatan lalu lintas.
“Kami akan menjadikan hasil evaluasi ini sebagai dasar perbaikan, khususnya dalam penanganan titik rawan kecelakaan dan peningkatan pelayanan transportasi. Harapannya, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tambah Yulindra.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap tren penurunan kecelakaan lalu lintas dapat terus berlanjut dan menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar