Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Prabowo Perkuat Pertahanan Udara, Indonesia Mulai Masuk Era Alutsista Generasi Baru

Prabowo Perkuat Pertahanan Udara, Indonesia Mulai Masuk Era Alutsista Generasi Baru

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta Pemerintah mulai mempercepat transformasi kekuatan udara nasional. Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, sebagai bagian dari modernisasi pertahanan yang telah disiapkan dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Penyerahan tersebut tidak hanya menghadirkan pesawat tempur baru, tetapi juga memperkuat sistem pendukung tempur, pengawasan udara, hingga kemampuan serangan presisi jarak jauh.

Pemerintah menyerahkan enam unit pesawat tempur multiperan Dassault Rafale dari total kontrak 42 unit. Selain itu hadir pula dua unit pesawat tanker dan angkut strategis Airbus A400M, enam jet transportasi militer Dassault Falcon 8X, radar Ground Control Interceptor (GCI), rudal udara jarak jauh Meteor, serta bom pintar Hammer.

Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun sistem pertahanan berlapis, mulai dari deteksi dini, kendali operasi, mobilitas udara, hingga daya serang.

“Langit Indonesia harus aman, kedaulatan tidak bisa ditawar,” tegas Presiden dalam penyerahan alutsista tersebut.

Modernisasi ini menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada penambahan jumlah alat pertahanan, tetapi mulai bergerak menuju integrasi sistem tempur modern. Kehadiran Rafale dan radar GCI, misalnya, membuka ruang peningkatan kemampuan intersepsi dan pengawasan wilayah udara nasional yang selama ini menjadi tantangan di negara kepulauan seluas Indonesia.

Pemerintah juga menekankan bahwa penguatan pertahanan bukan semata agenda militer, melainkan bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional, melindungi wilayah perbatasan, serta memastikan ruang udara Indonesia tetap berada di bawah kendali negara.

Dengan masuknya platform generasi baru tersebut, TNI diproyeksikan memiliki kapasitas operasi yang lebih fleksibel dan responsif menghadapi dinamika keamanan kawasan yang terus berubah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RKAB Bikin Pekerja Tertekan, DPRD Sentil Disnaker Kalteng: Jangan-Jangan Datanya Saja Tak Punya!

    RKAB Bikin Pekerja Tertekan, DPRD Sentil Disnaker Kalteng: Jangan-Jangan Datanya Saja Tak Punya!

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Di tengah aktivitas perusahaan yang terdampak kebijakan tersebut, nasib para pekerja yang terkena imbas justru dinilai belum memiliki gambaran data yang jelas. DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mendesak pemerintah daerah segera membuka dan memperjelas data pekerja yang terdampak […]

  • Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, optimisme Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2026 patut diapresiasi. Saat banyak daerah mulai waspada terhadap ancaman perlambatan ekonomi dunia, Kalimantan Tengah justru melihat peluang untuk tetap tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian, hilirisasi industri, dan investasi daerah. Optimisme itu bukan tanpa alasan. Kalimantan Tengah […]

  • Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah ikut memanaskan atmosfer Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dengan parade bertema budaya Dayak dan pelestarian hutan, Minggu (17/5/2026). Penampilan Dishut Kalteng menjadi simbol bahwa identitas Kalimantan tidak hanya berdiri pada adat, tetapi juga kekayaan alam yang masih terjaga. Rombongan parade Dishut tampil dengan […]

  • APBD Perubahan Kalteng 2026 Naik, Pendapatan Diproyeksi Tembus Rp5,3 Triliun

    APBD Perubahan Kalteng 2026 Naik, Pendapatan Diproyeksi Tembus Rp5,3 Triliun

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 mengalami sejumlah penyesuaian setelah DPRD Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalteng menyepakati rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Jumat (21/8/2026). Pembahasan dilakukan […]

  • Karhutla Kalteng Makin Meluas, DPRD Minta Anggaran Penanganan Jangan Dipangkas

    Karhutla Kalteng Makin Meluas, DPRD Minta Anggaran Penanganan Jangan Dipangkas

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah semakin serius. Sejumlah wilayah mulai diselimuti asap pekat dengan jarak pandang yang menurun, sehingga penanganan bencana dinilai membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalteng sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Yohanes Freddy Ering, meminta pemerintah daerah dan DPRD […]

  • Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 56
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan Kalimantan Tengah. Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Situasi tersebut mendorong Anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, meminta pemerintah bergerak lebih serius. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada […]

expand_less