Kalteng Setor Rp5,56 Triliun ke Negara, Teras Narang: Harus Kembali Dirasakan Daerah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 30 Jun 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar

anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang
DAYABORNEO, Palangka Raya – Kalimantan Tengah kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penopang penerimaan negara. Hingga akhir Mei 2026, penerimaan APBN dari provinsi ini menembus Rp5,56 triliun. Namun, besarnya kontribusi tersebut dinilai belum cukup apabila tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dukungan pembangunan yang lebih besar dari pemerintah pusat.
Sorotan itu disampaikan anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, menanggapi laporan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalteng yang mencatat pendapatan dan hibah APBN telah mencapai 47,68 persen dari target atau melonjak 77,69 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan penerimaan negara ditopang kuat oleh Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta lonjakan Bea Keluar dari ekspor minyak sawit mentah (CPO) beserta produk turunannya. Aktivitas sektor perkebunan, kehutanan, perdagangan, hingga pertambangan masih menjadi mesin utama perekonomian daerah.
Namun bagi Teras Narang, keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan fiskal.
“Jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati korporasi. Manfaatnya harus sampai kepada petani, pelaku UMKM, dan masyarakat yang menjadi bagian dari roda ekonomi daerah,” dikutip dari media sosialnya, Selasa (30/6/2026).
Mantan Gubernur Kalimantan Tengah itu juga berharap besarnya kontribusi Kalteng terhadap kas negara menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah pada tahun anggaran berikutnya. Menurutnya, dukungan fiskal sangat dibutuhkan agar pembangunan daerah tidak tertahan oleh kebijakan efisiensi anggaran.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah mulai mengurangi ketergantungan pada sektor komoditas. Pengembangan UMKM, industri kreatif, hilirisasi produk lokal, hingga inovasi teknologi harus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru agar fondasi ekonomi Kalteng lebih kuat.
Menurut Teras, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari besarnya pajak yang masuk ke kas negara, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat. “Daerah yang memberi kontribusi besar kepada negara juga harus memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” tegasnya. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar