Hadiri Ramah Tamah, Gubernur Agustiar Ingatkan: Daerah Kuat Bukan karena SDA, tapi Persatuan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 30 Jun 2026
- visibility 146
- comment 0 komentar

Gubernur Agustiar Sabran saat menyampaikan sambutan di acara ramah tamah HUT Barito Utara ke-76.
DAYABORNEO, Muara Teweh – Di tengah perayaan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan pesan yang lebih dari sekadar ucapan selamat. Di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan unsur Forkopimda, ia mengingatkan bahwa masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi oleh kemampuan masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri acara ramah tamah Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Senin (29/6/2026), usai memimpin upacara peringatan hari jadi.
Didampingi unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Kalteng, Agustiar menyebut silaturahmi antarpemerintah harus menjadi energi baru untuk mempercepat pembangunan.
“Melalui silaturahmi dan ramah tamah ini akan tumbuh rasa kebersamaan, semangat guyub rukun, dan persaudaraan yang semakin kokoh. Kekuatan terbesar sebuah daerah bukan terletak pada kekayaan alamnya, melainkan pada kerukunan, keharmonisan, dan persatuan masyarakatnya,” tegas Agustiar.
Menurutnya, daerah yang mampu menjaga stabilitas sosial akan lebih mudah menarik investasi, mengembangkan potensi ekonomi, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat dibanding hanya mengandalkan hasil alam.
Sementara itu, Bupati Barito Utara Shalahuddin menyampaikan Hari Jadi ke-76 menjadi momentum memperkuat komitmen membangun daerah melalui kolaborasi semua pihak.
“Tema Mewujudkan Masyarakat Barito Utara Maju, Sejahtera dan Berkeadilan adalah tekad bersama untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur juga mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengungkapkan bahwa tahun 2026 diprediksi lebih kering akibat fenomena El Nino sehingga seluruh daerah diminta tidak lengah.
Pemprov Kalimantan Tengah, kata Agustiar, telah menetapkan status siaga tanggap darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026. Karena itu, seluruh pemerintah daerah diminta memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta membangun koordinasi lintas sektor agar bencana asap tidak kembali menjadi ancaman.
Bagi Agustiar, perayaan hari jadi tidak cukup hanya diramaikan seremoni. Momentum tersebut harus menjadi penguat komitmen bahwa pembangunan hanya akan berhasil jika seluruh elemen daerah tetap bersatu menghadapi tantangan, mulai dari pembangunan ekonomi hingga ancaman bencana alam. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar