Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Carut-marut penataan ruang di Indonesia kembali menjadi sorotan. Tumpang tindih kewenangan lintas kementerian dinilai membuat arah pembangunan nasional berjalan tanpa sinkronisasi yang jelas, bahkan memicu konflik agraria, sengketa tenurial, hingga bencana ekologis di berbagai daerah.

Sorotan tersebut mengemuka dari hasil reses Komite I DPD RI yang menghimpun berbagai persoalan tata ruang dari sejumlah wilayah di Indonesia. Permasalahan paling mendasar dinilai muncul setelah dibubarkannya Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional, yang sebelumnya menjadi penghubung antar kementerian dan lembaga.

“Sekarang kewenangan tata ruang tersebar di banyak kementerian. Ada ruang udara di Kementerian Pertahanan, ruang laut di KKP, kawasan hutan di Kementerian Kehutanan, ruang darat di ATR/BPN, sampai ruang bawah tanah di Kementerian ESDM. Kalau tidak ada satu koordinasi kuat, maka tumpang tindih pembangunan sulit dihindari,” dikutip dari akun medsos Dr. Agustin Teras Narang, Rabu (27/5/2026).

Kondisi tersebut dinilai membuat banyak kebijakan pembangunan berjalan sendiri-sendiri tanpa keselarasan antar sektor. Akibatnya, konflik lahan dan persoalan perizinan terus bermunculan di daerah, termasuk benturan antara kawasan hutan, pertambangan, perkebunan, hingga permukiman masyarakat adat.

DPD RI kini mendorong revisi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang agar lebih relevan dengan dinamika pembangunan nasional saat ini. Revisi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan masyarakat adat, masyarakat terdampak pembangunan, serta memperjelas aspek pidana dalam pelanggaran tata ruang.

“Kami mendorong pembentukan Badan Tata Ruang Nasional yang langsung berada di bawah Presiden. Lembaga ini harus punya kewenangan kuat untuk menyinkronkan seluruh kebijakan lintas kementerian,” tegas Teras.

Menurutnya, tanpa reformasi tata ruang yang serius, Indonesia akan terus menghadapi pembangunan yang tidak terkendali dan rawan memicu kerusakan lingkungan. Ia mencontohkan berbagai bencana ekologis di Sumatera dan sejumlah wilayah lain sebagai dampak lemahnya sinkronisasi tata ruang nasional.

DPD RI juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menanggalkan ego sektoral demi menciptakan pembangunan yang lebih berkeadilan, berkepastian hukum, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kalteng Genjot Beasiswa HBS, Tak Ingin Anak Daerah Gagal Kuliah karena Biaya

    Pemprov Kalteng Genjot Beasiswa HBS, Tak Ingin Anak Daerah Gagal Kuliah karena Biaya

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai memperkuat fondasi program bantuan biaya kuliah Huma Betang Sejahtera (HBS) agar benar-benar menyentuh mahasiswa yang membutuhkan. Di tengah tingginya biaya pendidikan, Pemprov menegaskan tidak ingin ada generasi muda Kalimantan Tengah yang gagal mengenyam bangku kuliah hanya karena persoalan ekonomi. Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) […]

  • Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Terapkan Skema Pembelajaran Khusus PAUD hingga SMP

    Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Terapkan Skema Pembelajaran Khusus PAUD hingga SMP

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan skema khusus kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah untuk seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta. Kebijakan ini dirancang agar proses pendidikan tetap berjalan seiring dengan penguatan pembinaan karakter dan nilai keagamaan peserta didik. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, […]

  • Polda Kalteng Masuk Tiga Besar Nominasi Kompolnas Awards 2026

    Polda Kalteng Masuk Tiga Besar Nominasi Kompolnas Awards 2026

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kinerja Polda Kalimantan Tengah kini diuji secara terbuka dalam ajang Kompolnas Awards 2026. Bukan sekadar seremoni penghargaan, visitasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kinerja kepolisian benar-benar berjalan di lapangan. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyambut langsung Tim Visitasi Kompolnas RI di Aula Arya Dharma Polda Kalteng, […]

  • ESDM Siapkan 313 Izin Tambang Rakyat, Kalimantan Tengah Dominasi Wilayah WPR

    ESDM Siapkan 313 Izin Tambang Rakyat, Kalimantan Tengah Dominasi Wilayah WPR

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap menerbitkan sekitar 313 Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di sejumlah daerah setelah melakukan konsultasi penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) bersama Komisi XII DPR RI. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, usulan IPR berasal dari pemerintah daerah melalui para gubernur. Dari 24 provinsi yang mengajukan, baru […]

  • DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

    DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 357
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Antrian panjang bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah kini memantik alarm serius di parlemen daerah. DPRD Kalteng mendesak pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan, setelah muncul dugaan kuat bahwa persoalan bukan sekadar lonjakan konsumsi, melainkan berkurangnya pasokan BBM di lapangan. Wakil Ketua III DPRD […]

  • Puncak Kemarau Makin Dekat, Agustiar Sabran Minta Karhutla Tak Ditangani Setengah Hati

    Puncak Kemarau Makin Dekat, Agustiar Sabran Minta Karhutla Tak Ditangani Setengah Hati

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PALANGKARAYA, Dayaborneo – Musim kemarau di Kalimantan Tengah memasuki periode yang perlu diwaspadai. Pemerintah Provinsi Kalteng mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan masih dapat berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan […]

expand_less