Senin, 2 Nov 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp216 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (6/7/2026).

Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa SiLPA bukan berarti anggaran pemerintah tidak digunakan atau dibiarkan mengendap. Menurutnya, sebagian besar dana tersebut telah memiliki peruntukan yang jelas dan akan ditindaklanjuti pada tahun anggaran berikutnya sesuai ketentuan.

“SiLPA Tahun Anggaran 2025 merupakan selisih antara realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah. Sebagian besar anggaran tersebut sudah memiliki peruntukan dan akan diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Edy di hadapan anggota dewan.

Penjelasan itu disampaikan dalam agenda jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Selain mengurai persoalan SiLPA, Pemprov Kalteng juga merespons berbagai catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD terkait efektivitas pengelolaan anggaran, peningkatan pendapatan daerah, hingga optimalisasi program pembangunan.

Edy menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan yang disampaikan legislatif. Menurutnya, kritik dan rekomendasi DPRD menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas tata kelola keuangan daerah.

“Kami mengapresiasi seluruh pandangan, saran, dan kritik yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Semua itu menjadi masukan penting dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyinggung keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 12 tahun berturut-turut. Menurut Edy, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah terus berada pada jalur yang akuntabel.

Namun demikian, ia menegaskan opini WTP bukan tujuan akhir. Pemerintah, kata dia, tetap fokus memastikan setiap anggaran mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Target kami bukan hanya mempertahankan WTP, tetapi memastikan setiap rupiah APBD benar-benar berdampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Kalteng juga memaparkan langkah memperkuat ketahanan fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi sistem perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengendalian belanja agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Rapat paripurna yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, dan jajaran perangkat daerah tersebut kemudian menyepakati pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 dilanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku. Bagi Pemprov Kalteng, forum tersebut bukan sekadar memenuhi prosedur konstitusional, tetapi juga menjadi ruang untuk menjawab berbagai sorotan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Kalteng 2026 Ditetapkan Rp5,4 Triliun

    APBD Kalteng 2026 Ditetapkan Rp5,4 Triliun

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 246
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5,4 triliun. Penetapan tersebut tertuang melalui Berita Acara Persetujuan Bersama Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kalteng 2026 yang disepakati dalam rapat paripurna bersama DPRD Kalteng. Penetapan anggaran tahun depan menjadi dasar bagi […]

  • Gubernur Agustiar Sabran: Jangan Biarkan Dayak Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    Gubernur Agustiar Sabran: Jangan Biarkan Dayak Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 131
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 GERDAYAK Indonesia tidak sekadar menjadi ajang seremonial organisasi masyarakat Dayak. Dari panggung peringatan itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengirim pesan yang lebih dalam: masyarakat Dayak harus bersatu, memperkuat kapasitas diri, dan mengambil peran utama dalam pembangunan daerah. Di hadapan pengurus GERDAYAK se-Kalimantan Tengah, unsur Forkopimda, […]

  • Tegas! Junaidi Sebut Antrean Panjang di SPBU Bukan Dampak Peralihan Pembelian Pertalite

    Tegas! Junaidi Sebut Antrean Panjang di SPBU Bukan Dampak Peralihan Pembelian Pertalite

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU Palangka Raya bukan tanpa sebab. Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng Junaidi menuding akar masalahnya sederhana: pasokan BBM dari Pertamina belum memenuhi kebutuhan harian kota ini. Junaidi membeberkan angka pasti kebutuhan BBM Palangka Raya, yakni 205 kiloliter (KL) per hari. Menurutnya, jika kuota sebesar […]

  • Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

    Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah tahun 2025 mencapai 96,34 persen dari target. Capaian tersebut didorong oleh kinerja sejumlah jenis pajak yang berhasil melampaui target, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Badan […]

  • Pemprov Kalteng Ajukan Perubahan APBD 2026, Ini yang Menjadi Perhatian

    Pemprov Kalteng Ajukan Perubahan APBD 2026, Ini yang Menjadi Perhatian 

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 54
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tak mau kecolongan menghadapi gejolak ekonomi yang bisa mengganggu keuangan daerah. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 pun resmi diajukan ke DPRD. Raperda tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo kepada Ketua DPRD Kalteng Arton […]

  • Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000 per Dolar, Pemerintah Minta Publik Tetap Tenang

    Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000 per Dolar, Pemerintah Minta Publik Tetap Tenang

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 122
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS kembali memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat. Namun di tengah tekanan pasar yang meningkat, pemerintah meminta publik tidak terpancing kepanikan dan tetap melihat kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh. Pemerintah menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar saat ini masih terus dipantau […]

expand_less