Kamis, 30 Jul 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp216 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (6/7/2026).

Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa SiLPA bukan berarti anggaran pemerintah tidak digunakan atau dibiarkan mengendap. Menurutnya, sebagian besar dana tersebut telah memiliki peruntukan yang jelas dan akan ditindaklanjuti pada tahun anggaran berikutnya sesuai ketentuan.

“SiLPA Tahun Anggaran 2025 merupakan selisih antara realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah. Sebagian besar anggaran tersebut sudah memiliki peruntukan dan akan diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Edy di hadapan anggota dewan.

Penjelasan itu disampaikan dalam agenda jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Selain mengurai persoalan SiLPA, Pemprov Kalteng juga merespons berbagai catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD terkait efektivitas pengelolaan anggaran, peningkatan pendapatan daerah, hingga optimalisasi program pembangunan.

Edy menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan yang disampaikan legislatif. Menurutnya, kritik dan rekomendasi DPRD menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas tata kelola keuangan daerah.

“Kami mengapresiasi seluruh pandangan, saran, dan kritik yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Semua itu menjadi masukan penting dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyinggung keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 12 tahun berturut-turut. Menurut Edy, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah terus berada pada jalur yang akuntabel.

Namun demikian, ia menegaskan opini WTP bukan tujuan akhir. Pemerintah, kata dia, tetap fokus memastikan setiap anggaran mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Target kami bukan hanya mempertahankan WTP, tetapi memastikan setiap rupiah APBD benar-benar berdampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Kalteng juga memaparkan langkah memperkuat ketahanan fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi sistem perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengendalian belanja agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Rapat paripurna yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, dan jajaran perangkat daerah tersebut kemudian menyepakati pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 dilanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku. Bagi Pemprov Kalteng, forum tersebut bukan sekadar memenuhi prosedur konstitusional, tetapi juga menjadi ruang untuk menjawab berbagai sorotan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Pernyataan bahwa penindakan kejahatan kehutanan bukan kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) patut dikritisi secara serius. Dalam konteks kerusakan hutan yang kian masif, narasi semacam ini justru berisiko memperlemah kehadiran negara di sektor yang paling rentan terhadap kejahatan terorganisir. Negara tidak pernah merancang sistem perlindungan hutan sebagai mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Dalam kerangka hukum kehutanan, […]

  • Takbir Menggema di Bundaran Besar, Gubernur Agustiar Serukan Persatuan

    Takbir Menggema di Bundaran Besar, Gubernur Agustiar Serukan Persatuan

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Bundaran Besar Palangka Raya berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga memadati pusat kota untuk mengikuti Pawai Takbiran Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026) malam. Di tengah gemuruh takbir dan parade kendaraan hias, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak masyarakat menjaga persatuan dan semangat saling peduli di Bumi Tambun Bungai. Pawai yang […]

  • Pemprov Kalteng Buka Rute Baru Wings Air Untuk Percepatan Ekonomi Daerah

    Pemprov Kalteng Buka Rute Baru Wings Air Untuk Percepatan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong percepatan konektivitas wilayah melalui transportasi udara. Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung secara resmi membuka penerbangan perdana Wings Air untuk rute Palangka Raya–Pangkalan Bun (PKY–PKN) serta Muara Teweh–Banjarmasin (HMS–BDJ) di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu (11/3/2026). Peresmian tersebut […]

  • Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, optimisme Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2026 patut diapresiasi. Saat banyak daerah mulai waspada terhadap ancaman perlambatan ekonomi dunia, Kalimantan Tengah justru melihat peluang untuk tetap tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian, hilirisasi industri, dan investasi daerah. Optimisme itu bukan tanpa alasan. Kalimantan Tengah […]

  • Prabowo Klaim Pangkas Belanja Seremonial, Ratusan Triliun Rupiah Dialihkan ke Program MBG

    Prabowo Klaim Pangkas Belanja Seremonial, Ratusan Triliun Rupiah Dialihkan ke Program MBG

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah pusat mengubah arah belanja negara pada tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan menekan pos anggaran yang dinilai minim dampak langsung bagi publik. Presiden menyebut, langkah efisiensi fiskal berhasil mengamankan ratusan triliun rupiah untuk dialihkan ke program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma […]

  • Agustiar Pasang Alarm Antikorupsi di Kalteng: Anggaran Harus Sampai ke Rakyat

    Agustiar Pasang Alarm Antikorupsi di Kalteng: Anggaran Harus Sampai ke Rakyat

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengirim pesan tegas kepada seluruh jajaran birokrasi di daerah. Di tengah besarnya anggaran pembangunan dan derasnya arus investasi yang masuk ke Bumi Tambun Bungai, tata kelola pemerintahan yang bersih dinilai menjadi harga mati. Pesan itu disampaikan Agustiar saat menghadiri Kunjungan dan Koordinasi Pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi […]

expand_less