Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » PLN Palangka Raya Dilempari Bangkai Ayam, Buntut Pemadaman Listrik Bergilir

PLN Palangka Raya Dilempari Bangkai Ayam, Buntut Pemadaman Listrik Bergilir

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Bau busuk bangkai ayam menjadi “pesan” keras yang dibawa para peternak ke Kantor PLN Palangka Raya, Rabu (29/7/2026). Ribuan ayam mati diangkut ke lokasi dan sebagian dilemparkan ke halaman kantor sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang disebut telah menghantam usaha peternakan.

Aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa. Para peternak ingin memperlihatkan secara langsung konsekuensi yang mereka tanggung ketika listrik padam berulang kali. Bangkai ayam yang mulai membusuk menjadi simbol kerugian yang menurut mereka terus membesar.

Masalahnya menjadi serius karena sebagian peternak menggunakan sistem kandang tertutup atau close house. Sistem ini membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus untuk menjalankan blower dan menjaga suhu serta sirkulasi udara di dalam kandang.

Ketika listrik mati selama tiga hingga enam jam dalam sehari, sistem ventilasi ikut berhenti. Suhu kandang meningkat dan ayam tidak mampu bertahan. Puluhan ribu hingga ratusan ribu ayam disebut mati, sementara kerugian peternak ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami bawa bangkai ayam ini supaya PLN melihat sendiri akibatnya. Ini bukan hanya soal lampu mati. Ketika listrik mati berjam-jam, ternak kami bisa mati dan usaha kami ikut hancur,” ujar salah seorang peternak.

Para peternak mempertanyakan pola pemadaman yang menurut mereka belum cukup mempertimbangkan karakteristik wilayah. Kawasan yang menjadi sentra peternakan, kata mereka, memiliki kebutuhan listrik yang jauh berbeda dengan pelanggan rumah tangga biasa.

“Kami butuh solusi, bukan sekadar jadwal pemadaman. Kalau kondisi ini terus berulang, siapa yang menanggung kerugian peternak?” kata peternak lainnya.

Mereka mendesak PLN membuka komunikasi secara langsung dengan pelaku usaha untuk mencari langkah pencegahan. Peternak berharap ada kebijakan yang mempertimbangkan kawasan dengan aktivitas produksi yang sangat bergantung pada listrik.

Aksi melempar bangkai ayam ke halaman PLN pun menjadi gambaran betapa frustrasinya para peternak. Ketika listrik padam, kerugiannya tidak berhenti pada alat elektronik yang mati atau aktivitas usaha yang tertunda.

Di kandang close house, listrik padam bisa berarti ayam mati. Dan bagi peternak, ayam mati berarti modal ikut terkubur.

Kini para peternak menunggu satu hal dari PLN: bukan sekadar penjelasan, tetapi solusi yang benar-benar bisa mencegah kerugian kembali terjadi. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kalteng Didesak Tegas, WPR–IPR Harus Dipercepat di Tengah Tekanan Razia Tambang Rakyat

    Pemprov Kalteng Didesak Tegas, WPR–IPR Harus Dipercepat di Tengah Tekanan Razia Tambang Rakyat

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah didorong mengambil langkah tegas dan terukur dalam menyelesaikan polemik tambang rakyat yang terus memanas. Di tengah intensitas razia di lapangan, kepastian hukum melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dinilai belum bergerak secepat kebutuhan masyarakat. Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan Pemprov tidak tinggal diam. […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

  • KPK Siap Lelang 108 Aset Rampasan Koruptor Senilai Rp311 Miliar

    KPK Siap Lelang 108 Aset Rampasan Koruptor Senilai Rp311 Miliar

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Uang hasil korupsi tidak selalu berakhir dalam bentuk rekening rahasia atau tumpukan uang tunai. Sebagian berubah menjadi rumah mewah, apartemen, kendaraan, barang elektronik, hingga barang-barang bermerek. Kini, aset-aset tersebut akan kembali ke negara melalui mekanisme lelang yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada 18 Juni 2026 mendatang, KPK akan melelang 108 aset […]

  • Dentuman Misterius Menggema hingga Bandung, Ternyata Ini Asal Suaranya!

    Dentuman Misterius Menggema hingga Bandung, Ternyata Ini Asal Suaranya!

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, Dayaborneo – Suara dentuman disertai gemuruh yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa dan Lampung dalam beberapa hari terakhir sempat membuat warga bertanya-tanya. Fenomena tersebut bahkan dilaporkan terasa hingga sejumlah kawasan di Jawa Barat. Penjelasan mengenai suara misterius itu kini mengarah pada aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang masih mengalami erupsi secara […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 141
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Baru selesai menjalani pemulihan pascasakit, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung mengambil alih kendali. Tanpa basa-basi, ia memanggil seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan memasang garis tegas: pembangunan harus jalan, tapi pengelolaan anggaran tidak boleh sembrono. Pertemuan yang digelar di Istana Isen Mulang, Selasa (20/1/2026), menjadi ruang evaluasi sekaligus peringatan […]

  • Lonjakan IGD Doris Disentil Gubernur: Masalahnya Bukan Kapasitas, Tapi Sistem yang Dilanggar

    Lonjakan IGD Doris Disentil Gubernur: Masalahnya Bukan Kapasitas, Tapi Sistem yang Dilanggar

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 484
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Doris Sylvanus tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan keterbatasan fasilitas. Ia menilai, akar masalah justru terletak pada tidak tertibnya sistem rujukan layanan kesehatan. Menurut Gubernur, sebagai rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Doris seharusnya menerima pasien yang […]

expand_less