Inflasi Kalteng Melejit Nomor 4 se-Nasional, Pengamat: Ini 3 Jurus Ampuh Redamnya
- account_circle fe
- calendar_month Kam, 6 Agu 2026
- visibility 59
- comment 0 komentar

Dok. Pengamat kebijakan publik Kalimantan Tengah, Erlin Hardi
PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ekonomi Bumi Tambun Bungai lagi diuji. Kalimantan Tengah kini resmi jadi provinsi dengan inflasi tertinggi se-Kalimantan, sekaligus nangkring di peringkat empat nasional per Juli 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi year-on-year Kalteng melesat ke 4,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,87.
Angka ini bikin pengamat kebijakan publik Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, angkat suara. Menurutnya, ada tiga jurus yang bisa langsung ditarik pemerintah daerah biar harga-harga di pasar nggak makin liar.
Jurus pertama, paling ampuh buat “efek kejut” instan: gempur pasar. “Operasi pasar melalui BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food perlu digencarkan untuk menjual beras, minyak, gula, dan telur di bawah harga eceran tertinggi, sekaligus menahan ekspektasi harga agar pedagang tidak sembarangan menaikkan harga,” tegas Erlin.
Ia juga mendorong sidak bareng Satgas Pangan biar praktik timbun-menimbun nggak kebablasan.
Jurus kedua ada di tangan Bank Indonesia — soal rem uang beredar lewat suku bunga acuan BI Rate. Tapi Erlin wanti-wanti, jurus ini bak pedang bermata dua. “Ini perlu dilakukan dengan hati-hati,” ujarnya, mengingat kenaikan suku bunga berisiko bikin ekonomi daerah malah melambat.
Jurus ketiga, main jangka panjang: perkuat produksi dan pangkas rantai distribusi. Mulai dari jaga stok pangan lewat program food estate dan subsidi pupuk, sampai pastikan subsidi BBM, listrik, dan angkutan tepat sasaran biar efek domino harga nggak ke mana-mana.
Nah, kalau targetnya harga cepat turun, Erlin kasih bocoran kombinasi jitu: gempur pasar, jaga pasokan, plus sidak jalan bareng. Tinggal sekarang, seberapa cepat Pemprov Kalteng eksekusi resep ini di lapangan? (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar