Kamis, 30 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • visibility 200
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara terkoreksi hingga 20,27 persen secara kumulatif, menjadi US$22,17 miliar atau setara Rp371,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS.

Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$27,8 miliar. Penurunan ini sekaligus menandai melemahnya salah satu komoditas andalan ekspor nasional.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa penurunan nilai ekspor batu bara juga sejalan dengan susutnya volume pengiriman. Secara kumulatif, volume ekspor batu bara turun 3,9 persen menjadi 354,64 juta ton, lebih rendah dibandingkan Januari–November 2024 yang tercatat 369,31 juta ton.

“Secara kumulatif ekspor batu bara turun 20,27 persen,” ujar Pudji dalam konferensi pers daring, Senin (1/5/2026).

BPS mencatat pelemahan kinerja ekspor batu bara berkorelasi dengan menurunnya permintaan dari dua pasar utama, yakni China dan India. Nilai ekspor bahan bakar mineral (HS 27) ke China tercatat anjlok 27,18 persen menjadi US$9,16 miliar, sementara ekspor ke India turun 24,70 persen ke level US$4,89 miliar.

Di sisi lain, ekspor nonmigas ke China justru didominasi oleh komoditas besi dan baja dengan nilai mencapai US$58,24 miliar, menunjukkan pergeseran komposisi perdagangan.

Meski batu bara melemah, BPS mencatat sejumlah komoditas unggulan nonmigas justru menunjukkan tren positif. Ekspor besi dan baja meningkat 9,12 persen menjadi US$25,57 miliar, sementara ekspor CPO dan turunannya melonjak signifikan sebesar 19,15 persen ke level US$21,63 miliar.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 masih mencatat surplus sebesar US$2,66 miliar, menandai surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus ini terutama ditopang oleh sektor nonmigas sebesar US$4,64 miliar, meskipun sektor migas masih mengalami defisit US$1,81 miliar akibat impor minyak mentah dan hasil minyak.

BPS mengingatkan, meski surplus masih terjaga, terdapat risiko penyusutan ke depan. Dorongan pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi berpotensi meningkatkan impor, yang dapat menekan kinerja neraca perdagangan jika tidak diimbangi dengan penguatan ekspor bernilai tambah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gas Melon Sulit Didapat, Disdagperin Kalteng Temukan LPG Subsidi di Bisnis Laundry

    Gas Melon Sulit Didapat, Disdagperin Kalteng Temukan LPG Subsidi di Bisnis Laundry

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Keluhan masyarakat terkait langkanya elpiji 3 kilogram di Kota Palangka Raya ternyata tidak sepenuhnya disebabkan oleh persoalan pasokan. Setelah melakukan serangkaian pengawasan bersama Pertamina, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah menemukan indikasi penggunaan gas bersubsidi oleh sejumlah usaha laundry yang tidak termasuk kelompok penerima subsidi. Temuan tersebut muncul saat tim gabungan […]

  • WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

    WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025. Namun di balik capaian tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkap persoalan yang dinilai jauh lebih penting, yakni belum tepatnya formulasi Dana Alokasi Umum (DAU) dalam mencerminkan kebutuhan fiskal daerah. Catatan inilah yang menjadi perhatian Anggota […]

  • Prabowo Salat Iduladha di Paris, Penuh Nuansa Hangat Tanah Air

    Prabowo Salat Iduladha di Paris, Penuh Nuansa Hangat Tanah Air

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Paris — Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah bersama warga negara Indonesia dan diaspora di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/05/2026). Di tengah kunjungan kenegaraan ke Eropa, momen tersebut menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan bagi masyarakat Indonesia yang merayakan hari raya jauh dari tanah air. Sejak pagi, para jemaah telah memadati […]

  • Cabut Izin Asmin Bara Bronang! Jangan Lagi Rakyat dan Aparat Dibenturkan

    Cabut Izin Asmin Bara Bronang! Jangan Lagi Rakyat dan Aparat Dibenturkan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Konflik lahan antara masyarakat adat dan PT Asmin Bara Bronang (ABB) menjadi perhatian publik. Warga menuding terjadi penggusuran paksa tanpa izin, tanpa pemberitahuan, dan tanpa ganti rugi. Di lapangan, ketegangan tak terhindarkan. Aparat dan warga berhadap-hadapan, sementara perusahaan dinilai justru luput dari sorotan. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, […]

  • Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 37
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Memasuki pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sedikitnya 472 kejadian karhutla yang telah melalap sekitar 456,78 hektare lahan. Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, menilai kondisi tersebut harus […]

  • Kalteng Tembus UHC 100 Persen, Bukti Negara Hadir Lindungi Rakyat dari Jerat Biaya Sakit

    Kalteng Tembus UHC 100 Persen, Bukti Pemerintah Hadir Lindungi Rakyat dari Jerat Biaya Sakit

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan keberpihakan nyata kepada rakyat. Di tengah tantangan pembiayaan kesehatan nasional, Kalteng justru tampil berani dengan menembus cakupan Universal Health Coverage (UHC) di atas 100 persen dan diganjar UHC Award 2026 kategori Madya dalam ajang nasional di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (27/1/2026). Penghargaan ini bukan […]

expand_less