Senin, 2 Nov 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pendapatan Ngebut, Belanja APBD Kalteng Baru 53,29 Persen

Pendapatan Ngebut, Belanja APBD Kalteng Baru 53,29 Persen

  • account_circle fe
  • calendar_month Ming, 21 Des 2025
  • visibility 278
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 menunjukkan kinerja yang belum sepenuhnya seimbang antara pendapatan dan belanja.

Data terbaru Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 6 Desember 2025 mencatat realisasi pendapatan daerah telah mencapai 66,24 persen, sementara belanja daerah masih tertahan di angka 53,29 persen.

Total pendapatan daerah Kalteng tahun 2025 dipatok sebesar Rp9,32 triliun dengan realisasi Rp6,17 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp4,68 triliun baru terealisasi Rp2,31 triliun atau 49,49 persen.

Meski demikian, komponen Retribusi Daerah justru melampaui target dengan capaian 112,45 persen, menunjukkan potensi sektor layanan publik yang cukup menjanjikan. Sementara itu, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) menunjukkan kinerja kuat dengan realisasi 80 persen, menjadi penopang utama pendapatan daerah.

Di sisi lain, belanja daerah dari total pagu Rp10,22 triliun baru terserap Rp5,44 triliun. Belanja pegawai relatif stabil dengan realisasi 68,54 persen, namun belanja strategis seperti belanja modal (49,77 persen), hibah (40,52 persen), dan bantuan keuangan (24,46 persen) masih rendah. Bahkan, belanja bantuan sosial belum terealisasi sama sekali, dan Belanja Tidak Terduga (BTT) baru terserap 1,93 persen.

Kondisi ini sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) per 31 Oktober 2025 yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (3/12/2025).

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Kalteng, Akhmad Husain, menjelaskan bahwa target serapan anggaran telah ditetapkan bertahap, yakni 20 persen pada Triwulan I, 50 persen Triwulan II, 85 persen Triwulan III, dan 100 persen pada Triwulan IV.

Namun, realisasi keuangan APBD Provinsi Kalteng per 31 Oktober 2025 baru mencapai 61,28 persen dari total pagu perubahan Rp8,95 triliun, atau mengalami deviasi minus 28,72 persen dari target 90 persen. Realisasi fisik tercatat 67,64 persen.

Sementara itu, pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng mencatat realisasi keuangan rata-rata 57,04 persen dari total pagu Rp26,2 triliun, dengan realisasi fisik 62,24 persen.

Dari sisi pendapatan, kinerja relatif lebih positif. Penerimaan pendapatan Pemprov Kalteng mencapai 75,43 persen dari target Rp7,9 triliun, sedangkan kabupaten/kota se-Kalteng bahkan mencapai 78,38 persen dari target Rp23,76 triliun.

Data ini menegaskan bahwa tantangan utama APBD Kalteng 2025 bukan pada kemampuan menghimpun pendapatan, melainkan pada percepatan dan efektivitas belanja.

Lambatnya serapan belanja tersebut salah satunya disebabkan oleh keterlambatan penetapan Peraturan Daerah (Perda) APBD 2025.

Dikutip dari Tribun Kalteng, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Tengah, Herry Hernawan, menyebutkan bahwa APBD 2025 baru ditetapkan pada Februari hingga Maret. Kondisi ini berdampak langsung pada molornya pelaksanaan sejumlah program dan kegiatan sejak awal tahun anggaran.

“Tahun anggaran 2025 sempat terhambat karena Perda APBD baru ditetapkan pada Februari–Maret. Akibatnya, banyak kegiatan baru bisa berjalan setelah itu,” ujar Herry Hernawan.

Selain faktor regulasi, hambatan administratif juga menjadi penyebab utama rendahnya serapan belanja. Herry menilai percepatan serapan anggaran pada triwulan pertama sebenarnya sangat mungkin dilakukan, asalkan pemerintah daerah menyiapkan administrasi sejak akhir tahun sebelumnya, terutama terkait penetapan Surat Keputusan (SK) pengelola keuangan.

“Mungkin, kalau SK para pengelola keuangan bisa siap di Desember,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Tanpa perbaikan pada tahap perencanaan awal dan percepatan eksekusi belanja, APBD berpotensi kehilangan daya dorongnya terhadap pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo-Modi Bentuk Poros Baru Indo-Pasifik, Sepakat Kawal Perdamaian Dunia

    Prabowo-Modi Bentuk Poros Baru Indo-Pasifik, Sepakat Kawal Perdamaian Dunia

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Indonesia dan India mengirim pesan kuat kepada dunia. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan tekad membangun poros kemitraan strategis yang lebih kokoh untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah memanasnya dinamika geopolitik global. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kedua pemimpin menegaskan bahwa […]

  • SMAN 1 Palangka Raya Kembali Rayakan HUT Sekolah Ke-67 Tahun

    SMAN 1 Palangka Raya Kembali Rayakan HUT Sekolah Ke-67 Tahun

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Enam puluh tujuh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. SMAN 1 Palangka Raya kembali merayakan hari jadinya dengan semangat kebersamaan yang melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, alumni, hingga masyarakat, Senin (3/8/2026) pagi. Sekolah yang beralamat di Jalan Ais Nasution No. 2, Palangka Raya ini telah menjadi saksi lahirnya ribuan lulusan yang kini […]

  • LBH Antang Damang Resmi Berdiri, Jangan Takut Bela Rakyat Kecil

    LBH Antang Damang Resmi Berdiri, Jangan Takut Bela Rakyat Kecil

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelantikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Antang Damang di Palangka Raya, Rabu (22/04/2026), membawa pesan keras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: hukum harus hadir untuk semua, bukan hanya untuk mereka yang punya akses dan kekuatan. Melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberadaan LBH […]

  • Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Tekanan pemerintah terhadap perusahaan kelapa sawit yang diduga membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga wajar mulai menunjukkan dampak. Jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi perhatian Satgas Pangan Polri berangsur menurun, meski ratusan perusahaan masih berada dalam radar pengawasan. Berdasarkan hasil pemantauan yang berlangsung pada 9–22 Juni 2026, jumlah PKS yang […]

  • Traffic Light Lumpuh Saat Listrik Padam, Dishub Kalteng Pertanyakan Koordinasi PLN

    Traffic Light Lumpuh Saat Listrik Padam, Dishub Kalteng Pertanyakan Koordinasi PLN

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 49
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Palangka Raya tak hanya memadamkan aktivitas warga, tetapi juga melumpuhkan sejumlah traffic light di persimpangan. Kondisi itu memicu kerawanan lalu lintas karena kendaraan harus saling berebut melintas tanpa pengaturan lampu isyarat. Di tengah situasi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Tengah mengaku tidak pernah […]

  • Puncak Kemarau Makin Dekat, Agustiar Sabran Minta Karhutla Tak Ditangani Setengah Hati

    Puncak Kemarau Makin Dekat, Agustiar Sabran Minta Karhutla Tak Ditangani Setengah Hati

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 56
    • 0Komentar

    PALANGKARAYA, Dayaborneo – Musim kemarau di Kalimantan Tengah memasuki periode yang perlu diwaspadai. Pemerintah Provinsi Kalteng mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan masih dapat berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan […]

expand_less