Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah memunculkan fenomena baru yang menarik sekaligus memantik ironi. Ketika ruang jual-beli di pinggir jalan perlahan menghilang akibat tekanan kebijakan dan pengawasan, transaksi justru bermigrasi diam-diam ke ruang digital. Pengecer tak lagi menunggu pembeli di depan toko. Kini, mereka “naik kelas” — berdagang lewat pesan instan, media sosial, dan jaringan komunikasi tertutup.

Awalnya, polemik bermula dari antrean panjang BBM di sejumlah SPBU yang memicu kepanikan publik. Pemerintah Kota Palangka Raya sempat menerbitkan surat edaran pembatasan pembelian BBM, meski kemudian dikoreksi dan dinyatakan tidak berlaku.

Apalagi sebelumnya, pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah yang menjanjikan hadiah bagi pelapor dugaan penimbunan BBM memperkuat efek psikologis di lapangan. Para pengecer mendadak tiarap.

Jeriken yang biasanya berjajar di depan warung mendadak lenyap. Lapak eceran tampak kosong. Namun, apakah perdagangan berhenti? Ternyata tidak. Ia hanya berubah wajah.

Kini, transaksi berlangsung lebih senyap dan eksklusif. Penjual menawarkan BBM melalui platform media sosial FB, Messenger, hingga ke percakapan Whatsapp. Polanya mirip perdagangan daring: ada katalog stok, negosiasi harga, lokasi pengambilan, bahkan layanan antar. Harga pun melonjak liar — mulai Rp18 ribu hingga mendekati Rp30 ribu per liter, jauh di atas harga resmi.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: ketika pasar formal terganggu, pasar informal akan selalu mencari celah. Bedanya, kali ini ia bertransformasi menjadi “pasar digital bawah tanah”.

Di satu sisi, kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM. Di sisi lain, ia menjadi alarm bagi pemerintah bahwa pengawasan konvensional tak lagi cukup. Penjualan tak lagi berlangsung di etalase toko, melainkan di ruang obrolan privat yang sulit terdeteksi.

Pengecer memang tak lagi berjualan di pinggir jalan. Mereka kini bermain di layar ponsel. Dalam diam, mereka menemukan pasar baru — lebih rapi, lebih tertutup, namun jauh lebih mahal bagi rakyat kecil.

Di era digital, bahkan kelangkaan pun ikut bertransformasi. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Kalimantan Tengah 2026 Diyakini Tetap Tumbuh Positif Di Tengah Tekanan Global

    Ekonomi Kalimantan Tengah 2026 Diyakini Tetap Tumbuh Positif Di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 112
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis perekonomian daerah tetap tumbuh positif sepanjang tahun 2026 meski dunia masih dibayangi perlambatan ekonomi global, gejolak geopolitik, dan fluktuasi pasar keuangan internasional. Optimisme tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Betang Hapakat Kantor Perwakilan Bank […]

  • Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 198
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara terkoreksi hingga 20,27 persen secara kumulatif, menjadi US$22,17 miliar atau setara Rp371,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan capaian periode yang […]

  • Prabowo Sambut Langsung Modi, Indonesia–India Perkuat Poros Strategis Indo-Pasifik

    Prabowo Sambut Langsung Modi, Indonesia–India Perkuat Poros Strategis Indo-Pasifik

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Diplomasi Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026). Dalam sebuah prosesi kenegaraan yang sarat makna itu, sekaligus menegaskan betapa pentingnya posisi India sebagai mitra strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Pesawat yang membawa Narendra Modi mendarat sekitar […]

  • DPRD Kalteng Kritik Kinerja Satpol PP: Dampak ke Masyarakat Dinilai Belum Terlihat

    DPRD Kalteng Kritik Kinerja Satpol PP: Dampak ke Masyarakat Dinilai Belum Terlihat

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalteng dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Meski realisasi keuangan Satpol PP tercatat mencapai 90,03 persen, DPRD menilai capaian tersebut belum sejalan dengan kualitas dampak pelayanan […]

  • Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT RI ke-81, Jadi Simbol Indonesia Berdaulat

    Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT RI ke-81, Jadi Simbol Indonesia Berdaulat

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah resmi mengunci identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Logo karya Fajar Novario, desainer asal Padang, Sumatera Barat, keluar sebagai pemenang dan akan menjadi simbol resmi seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan pada Agustus 2026. Peluncuran dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026), sekaligus menandai dimulainya persiapan nasional […]

  • Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus CPO–POME

    Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus CPO–POME

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 200
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Penegakan hukum di sektor komoditas strategis nasional kembali menguat. Kejaksaan Agung membuka tabir dugaan praktik manipulasi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya yang diduga berlangsung secara sistematis selama periode 2022 hingga 2024. Melalui penyidikan yang berjalan intensif, Tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan 11 […]

expand_less