Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Di era perbankan digital, notifikasi transaksi melalui SMS dan WhatsApp telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas jutaan nasabah. Setiap transfer, penarikan, hingga pembayaran tercatat dan dikirim dalam hitungan detik.

Namun di balik layanan yang tampak sederhana itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mencium dugaan penyimpangan bernilai fantastis yang melibatkan dua perusahaan pelat merah raksasa, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Telkom Indonesia.

KPK resmi memulai penyidikan dugaan korupsi dalam pengadaan layanan notifikasi perbankan yang digunakan untuk mengirim informasi transaksi kepada nasabah melalui SMS dan WhatsApp. Nilai kerugian negara yang sedang dihitung penyidik disebut mendekati Rp2 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidikan dilakukan setelah lembaganya menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum pada Jumat (5/6/2026).

“Perkara yang sedang diusut berkaitan dengan pengadaan notifikasi perbankan berbasis SMS dan WhatsApp. Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.

Meski belum mengungkap konstruksi perkara secara rinci, langkah KPK menaikkan status penanganan ke tahap penyidikan menunjukkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dinilai cukup serius.

Kasus ini menambah daftar persoalan pengadaan yang pernah menghantam kedua BUMN tersebut. Di BRI, KPK sebelumnya menangani perkara pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang menyeret sejumlah petinggi perusahaan dan pihak swasta.

Sementara, Telkom pernah terseret kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi informasi yang menimbulkan kerugian negara ratusan miliar rupiah.

Penyidik kini diperkirakan akan menelusuri seluruh rantai pengadaan, mulai dari proses perencanaan, pemilihan vendor, penetapan harga, hingga aliran dana yang mengalir dari proyek tersebut.

Dengan nilai dugaan kerugian yang hampir mencapai Rp2 triliun, perkara ini berpotensi menjadi salah satu skandal pengadaan layanan digital terbesar yang pernah diusut KPK di lingkungan BUMN. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Tantang IKA PMII Kalteng Berkontribusi Nyata Untuk Masayrakat

    Wagub Tantang IKA PMII Kalteng Berkontribusi Nyata Untuk Masayrakat

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 82
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara terbuka menantang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) untuk tidak sekadar menjadi organisasi alumni, tetapi tampil sebagai kekuatan intelektual yang berani, kritis, dan berdampak langsung bagi pembangunan daerah. \Pesan tegas ini mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Ramah Tamah serta Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus […]

  • Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Tekan Krisis Sampah Lewat Ekonomi Sirkular

    Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Tekan Krisis Sampah Lewat Ekonomi Sirkular

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Banyumas – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026). Kunjungan ini menegaskan dorongan pemerintah terhadap pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan ekonomi sirkular. Dalam peninjauan tersebut, Presiden melihat langsung alur pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Ia mengamati bagaimana teknologi […]

  • KPK Bongkar Celah Korupsi Kehutanan, Potensi Kerugian Negara Capai Rp355 Triliun

    KPK Bongkar Celah Korupsi Kehutanan, Potensi Kerugian Negara Capai Rp355 Triliun

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat langkah pencegahan korupsi di sektor kehutanan dengan meluncurkan dua kajian strategis yang menyoroti tata niaga kayu dan pelepasan kawasan hutan. Langkah ini dinilai mendesak di tengah besarnya potensi kebocoran penerimaan negara serta masih tingginya angka perkara korupsi yang membelit sektor pengelolaan sumber daya alam tersebut. Peluncuran kajian dilakukan […]

  • Yovie Tantang Kalteng Jadi Episentrum Ekonomi Kreatif Kalimantan

    Yovie Tantang Kalteng Jadi Episentrum Ekonomi Kreatif Kalimantan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 183
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tancap gas membidik lompatan besar sektor ekonomi kreatif. Gubernur Agustiar Sabran menyambut langsung Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, sebagai sinyal bahwa Kalteng siap keluar dari bayang-bayang daerah penyangga sumber daya alam menuju pusat kreativitas baru di Kalimantan. Kunjungan Yovie ke Palangka Raya bukan seremoni […]

  • Prabowo Genjot Transformasi Sekolah: Target 2028 Tuntas

    Prabowo Genjot Transformasi Sekolah: Target 2028 Tuntas

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Cilacap – Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam membenahi kualitas pendidikan nasional, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga transformasi sistem pembelajaran berbasis teknologi. Hal itu disampaikan usai meninjau SMAN 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). Presiden menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat mengalami perbaikan bertahap hingga tuntas pada 2028. Ia menilai, pemerataan kualitas pendidikan […]

  • Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

    Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 170
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Anggota MPR RI/DPD RI dari Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menegaskan bahwa komoditas sawit harus menjadi kekuatan strategis daerah di tengah dinamika global yang kian mengarah pada “perang energi”. Mengacu data Badan Pusat Statistik, luas perkebunan sawit di Kalteng mencapai sekitar 2,16 juta hektare. Angka ini menempatkan Kalteng sebagai salah satu wilayah […]

expand_less